Dalam Kongres ini juga akan dilangsungkan pemilihan Ketua Umum ISEI periode 2015-2018 untuk menggantikan Darmin Nasution yang sudah menjabat sebanyak dua periode.
Beberapa nama calon yang muncul di bursa Ketua Umum antara lain Mulialam D. Hadad yang saat ini menjabat Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Menkeu Bambang Brojonegoro, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan Halim Alamsyah, Gubernur BI Agus Martowardojo, serta Deputi Senior Gubernur BI Mirza Adityaswara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan, ada beberapa poin yang menjadi konsen ISEI terhadap perekonomian terkini, antara lain:
Menggerakkan kembali industri manufaktur untuk mendukung pertumbuhan dan transformasi ekonomi nasional, merupakan suatu yang harus dilakukan untuk dapat menggerakkan dan mengkaselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Kemerosotan industri manufaktur ini terjadi sejak krisis satu setengah dasawarsa yang lalu. Sejak itu, sektor industri manufaktur tidak mampu pulih kembali pada peran yang semula pernah dicapainya dalam perekonomian nasional Indonesia.
Alih-alih menjadi motor penggerak, bahkan sebaliknya laju pertumbuhan sektor ini praktis selalu berada di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
"Melalui kegiatan ini diharapkan muncul berbagai pemikiran segar sebagai bahan masukan untuk pembangunan industri, dalam rangka pembangunan nasional," kata Edy dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/10/2015)
Ia mengatakan, situasi ekonomi nasional yang sedang berada dalam lingkungan ekonomi dunia yang belum sehat, maka perubahan orientasi kebijakan tentu dikaitkan dengan kerangka kebijakan moneter dan fiskal. Selain perlu rumusan yang mendukung strategi revitalisasi sektor industri, penting pula menyembuhkan kelemahan yang terjadi pada ekonomi skala makro.
"Belum pulihnya perkembangan sektor industri manufaktur pertama-tama membuat pertumbuhan ekonomi tidak optimal. Sejauh ini pertumbuhan ekonomi Indonesia paska krisis Asia tidak pernah mencapai 7%, jauh lebih rendah dari puncak pertumbuhan di masa sebelumnya yang mampu mencapai 9%," katanya.
Edy mengatakan, pertumbuhan sektor manufaktur yang rendah juga tidak mendukung peningkatan dan pendalaman struktur industri. Dalam hal ini perkembangan industri penghasil bahan baku/setengah jadi, apalagi barang modal tetap lemah.
Keadaan ini merupakan sebab lain dari lonjakan defisit Transaksi Berjalan seperti disinggung sebelumnya. Hal penting lain sehubungan dengan tidak pulihnya pertumbuhan sektor manufaktur adalah lambatnya proses transformasi struktural di dalam perekonomian. Landasan utama perubahan struktural adalah perkembangan sektor manufaktur.
"Bagaimanapun juga sektor ini merupakan pilar utama bagi perkembangan, penyerapan angkatan kerja, dan peningkatan produktifitas secara bersama-sama,"katanya.
Ia menambahkan, untuk menghadapi penurunan ekspor beberapa tahun terakhir mendorong Pemerintahan yang lalu berupaya menggerakkan pengolahan hasil tambang minerba dan perkebunan. Kebijakan tersebut bertepatan dengan berlakunya undang-undang tentang Minerba pada awal 2014.
"Sayangnya kelemahan infrastruktur fisik dan ekonomi dunia yang belum pulih membuat upaya ini tidak berhasil sebagaimana diinginkan," katanya.
Forum tersebut rencana akan dibuka Presiden Joko Widodo, dan menghadirkan pembicara dari kalangan pemerintah, perbankan, pengusaha, maupun akademisi. Mereka antara lain Menko Perekonomian yang juga Ketua ISEI Darmin Nasution, pengusaha Chairul Tanjung, Deputi Senior Gunbernur BI Mirza Adityaswara, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara, akademisi Mudrajad Kuncoro, Menristekdikti M Nasir, di samping juga Gubernur Jatim Soekarwo yang akan berbicara dalam forum pra-kongres.
Dalam forum bertema “Menghidupkan Kembali Sektor Industri sebagai Penggerak Ekonomi Nasional”, diharapkan bisa diformulasikan pemikiran terkait dengan Strategi dan Kebijakan Akselerasi Industri Manufaktur.
Dukungan Kebijakan Fiskal dan Moneter mendukung akselerasi sektor industri yang berdaya saing, serta strategi pengembangan infrastruktur, SDM dan R&D dalam menghidupkan sektor industri yang berdaya saing.
(hen/rrd)










































