Setahun Beroperasi, Tol Kanci-Pejagan Sudah Rusak

Setahun Beroperasi, Tol Kanci-Pejagan Sudah Rusak

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 06 Okt 2015 13:06 WIB
Setahun Beroperasi, Tol Kanci-Pejagan Sudah Rusak
Jakarta - Jalan Tol Kanci-Pejagan 35 Km di perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah kondisinya masih rusak parah. Kondisi konstruksi tol tersebut tak berumur panjang sejak mulai beroperasi pertama kali pada 26 Januari 2010 oleh pemegang konsesi grup Bakrie (PT Bakrie Toll Road).

"Baru beroperasi satu tahun, jalan tol ini sudah rusak. Jadi memang jalan tol ini rusaknya bukan setelah kami (Grup Usaha MNC) pegang, tapi memang sudah sejak awal," ujar Chief Executive Officer (CEO) PT MNC Infrastruktur Utama Syafril Nasution dihubungi detikFinance, Selasa (6/10/2015).

Menurut Syafril, kondisi tersebut bisa terjadi lantaran jalan tol ini sudah gagal secara konstruksi sejak awal. "Memang sudah salah konstruksi. Makanya umurnya nggak panjang dan rusaknya jadi sangat parah," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal senada sempat diungkapkan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Herry Trisaputra Zuna.

Berdasarkan catatan monitoring BPJT, kondisi Jalan Tol Kanci-Pejagan saat ini banyak lubang dan retakan di badan jalan maupun di bahu jalan.

Herry mengindikasikan kondisi retakan dan lubang diakibatkan oleh kondisi tanah yang tidak stabil dan proses pekerjaan yang kurang sempurna di awal pembangunan.

"Padahal beton precast (pra cetak) yang untuk membangun jalan itu adalah teknologi terbaik saat itu. Tapi tanahnya, pengerasannya kurang sempurna. Kemudian ditambah beban kendaraan yang lewat cenderung melebihi muatan. Tapi kita tidak bisa menyalahkan investor sebelumnya. Kita tunggu hasil kajiannya saja," kata Herry.

Jalan Tol Kanci-Pejagan adalah bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa. Jalan tol yang dibangun pada 2008-2010 tersebut menghubungkan Kanci yang berada di Cirebon hingga Pejagan di Brebes, melintasi Kota dan Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Brebes. Saat itu, kontraktor pelaksana pembangunan adalah PT. Adhi Karya (persero) dengan nilai investasi Rp 2,2 Triliun.
β€Ž
Jalan tol ini sendiri dimiliki dan dikelola oleh PT Semesta Marga Raya, anak usaha Bakrie Toll Road. Lalu pada November 2012 PT MNC Infrastruktur Utama mengakuisisi Bakrie Toll Road yang secara otomatis seluruh jalan tol yang dikelola Bakrie Toll Road termasuk PT Semesta Marga Raya dikuasai penuh oleh perusahaan milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo.

Pada September 2015 PT Waskita Karya (Persero) mengambil alih sebagian besar kepemilikan saham PT Semesta Marga Raya. Hal ini dalam rangka perbaikan kondisi jalan tol tersebut.

Pengambil alihan alias akuisisi tersebut dilakukan berbarengan dengan akuisisi dua Badan Usaha yang mengelola dua jalan tol lainnya yakni PT Pemalang Batang Toll Road pengelola jalan Tol Pemalang-Batang serta PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol pengelola jalan Tol Pasuruan-Probolinggoβ€Ž.

Mekanisme akuisisinya dilakukan dengan cara menggabungkan seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dari 3 jalan tol tersebut lalu dibentuk badan usaha baru yang diberi nama CV Waskita MNC Trans Jawa Toll Road.

Waskita Karya melalui PT Waskita Toll Road akan menguasai 61,5% saham atau kepemilikan atas CV Waskita MNC Trans Jawa Toll Road secara bertahap dimulai sejak akhir September 2015 lalu.β€Ž

(dna/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads