Pupuk Sering Langka, Kementan: Banyak Petani Boros

Pupuk Sering Langka, Kementan: Banyak Petani Boros

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 13 Okt 2015 12:54 WIB
Pupuk Sering Langka, Kementan: Banyak Petani Boros
Diskusi Masalah Pupuk (Idris-detikFinance)
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, kebutuhan pupuk subsidi, khususnya urea, selalu kurang dari alokasi subsidi yang dianggarkan. Perilaku petani yang boros jadi salah satu alasan pupuk subsidi selalu defisit.

"Banyak petani pakai pupuk itu tak menggunakan pupuk anorganik subsidi sebagaimana mestinya. Harusnya satu hektar pakai 300 kg urea, banyak yang pakai di atas itu. Sudah dibilangin petani suka bandel,” jelas Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Sumardjo Gatot Irianto, di acara diskusi ‘Strategi dan Kebijakan Pupuk’ di Hotel Santika, Pondok Gede, Jakarta, Selasa (13/10/2015).

Gatot mencontohkan, di daerah Ngawi, Jawa Timur, banyak petani yang menggunakan dosis pupuk urea hingga 600 kg per hektar. Sementara, idealnya penggunaan Urea antara 250-300 kg per hektar untuk lahan padi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ini, kata Gatot, membuat pasokan pupuk sering mengalami kelangkaan. "Dari alokasi 4,2 juta ton Urea saja, dengan luas tanam 1,4 juta hektar, itu sudah kurang, ditambah petani yang pakai di atas 300 kg (per hektar)," jelasnya.

"Ini salah satu yang buat pupuk, salah satunya urea selalu kurang. Ini pupuk subsidi loh, bukan duit sendiri, tapi masih banyak petani bersikeras. Ada yang pakai 400 kg, ada yang 500 kg, dan masih banyak daerah yang pakai pupuk secara berlebihan," papar Gatot.

Tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 28 triliun untuk 9,5 juta ton pupuk. Alokasi ini terdiri dari 4,2 juta ton urea, 2,5 juta ton pupuk NPK, 1,05 juta ton pupuk ZA, 850 ribu ton pupuk Sp-36, dan pupuk organik sebesar 1 juta ton.

(dnl/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads