Prediksi tersebut didapat dari survei yang dilakukan CNN terhadap para ekonom. Ramalan itu lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi China semester I-2015 yang mencapai 7%.
China akan mengumumkan angka pasti pertumbuhan ekonominya pada 19 Oktober mendatang. Sampai akhir 2015, para ekonom memperkirakan ekonomi China hanya akan tumbuh 6,8%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini wajar terjadi, sebab dalam beberapa tahun terakhir China sudah tumbuh double digit alias di atas 10%. Apalagi pemerintah China mulai menggeser fokus dari pembangunan infrastruktur menjadi konsumsi dalam negeri.
Salah satu penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi China di kuartal III adalah data-data ekonomi yang sudah lebih dulu melambat ditambah dengan gejolak di pasar sahamnya. Apalagi respons pemerintah dinilai belum maksimal oleh para ekonom.
"Meski ekonomi sudah melambat, pemerintah China masih belum mengeluarkan kebijakan stimulus tingkat tinggi," kata Louis Kuijs dari Oxford Economics seperti dikutip dari CNN, Kamis (15/10/2015).
"Mereka pikir sampai saat ini melambatnya ekonomi belum perlu didorong oleh stimulus," katanya.
Dalam waktu dekat pemerintah China akan menggelar pertemuan. Investor akan memantau kebijakan ini sambil berharap ada kebijakan baru untuk mendorong ekonominya.
Salah satu yang diharapkan investor adalah pengumuman soal rencana sosial dan ekonomi untuk 2016-2020 setelah meeting tersebut.
(ang/ang)











































