Beras di gudang-gudang Bulog saat ini diperkirakan tak akan cukup untuk kebutuhan keperluan penyaluran raskin/rasta dan operasi pasar (OP) di awal 2016 saat musim paceklik Januari-Maret. Sedangkan untuk stok saat ini hanya cukup untuk kebutuhan pemerintah sampai akhir tahun.
Stok beras yang dianggap aman di akhir tahun adalah 1,5-2 juta ton, sedangkan sampai saat ini stok beras Bulog hanya 1,49 juta ton, belum dipotong untuk kebutuhan penyaluran raskin sampai akhir tahun masing-masing 230.000 ton per bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djarot mengatakan, saat ini Bulog masih menghitung kondisi stok beras gudang-gudang mereka di seluruh Indonesia. Hal ini penting untuk memastikan distribusi beras impor yang masuk ke Indonesia tiba di lokasi yang tepat, khususnya gudang-gudang yang sudah mengalami defisit beras.
"Baru saya hitung, saya melihat gudang mana yang daerah defisit, ada juga yang minus. Saya masih menghitung posisi stok di daerah defisit," katanya.
Ia menambahkan Bulog juga akan memperhitungkan antara lokasi-lokasi gudang Bulog yang mengalami defisit dengan jarak distribusi beras impor dari Vietnam. Selain itu, juga mempertimbangkan proses bongkar muat beras dari pelabuhan di Vietnam ke pelabuhan-pelabuhan di Indonesia, terkait waktu pengiriman beras impor.
"Saya suruh hitung, berapa stok bulog sampai Desember, kalau tak diisi dari luar (impor). Saya baru akan menentukan mana, pelabuhan kita untuk kumpulkan dimasukan (beras impor) ke sana," katanya.
Seperti diketahui Bulog sudah mendapat jaminan impor beras dari Vietnam sebanyak 1 juta ton. Sedangkan dari Thailand, Bulog masih melakukan negosiasi. Impor beras diambil pemerintah untuk memastikan stok tetap terjaga saat ancaman penurunan produksi padi saat El Nino.
(hen/rrd)











































