Gandeng Pengusaha, Petani di Jatim Berharap Garamnya Dibeli Industri

Gandeng Pengusaha, Petani di Jatim Berharap Garamnya Dibeli Industri

Rois Jajeli - detikFinance
Senin, 26 Okt 2015 18:45 WIB
Gandeng Pengusaha, Petani di Jatim Berharap Garamnya Dibeli Industri
Surabaya - Produksi garam di Jawa Timur mencapai 850 ribu ton per tahun. Petani berharap, garam rakyat dapat terserap dan mendukung program swasembada garam.

"Selama ini penyerapan garam rakyat sangat minim. Dengan kegiatan temu kemitraan untuk memfasilitasi masyarakat petani garam," kata Ketua Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Jawa Timur Muhammad Hasan, di sela penandatanganan kesepakatan dan kegiatan Intermediasi Petambak Garam-Pengusaha, di Hotel Sahid, Surabaya, Senin (26/10/2015).

Jumlah produksi garam rakyat di Jawa Timur sebanyak 850 ribu ton. Jumlah tersebut hampir 60-70 persen produk garam rakyat nasional. Sesuai harga pokok penjualan (HPP), harga garam kualitas I seharusnya Rp 750 per kilogram (kg) dan kualitas II sebesar Rp 500 ribu per kg. Tapi faktanya, garam rakyat dihargai antara Rp 300-450 per kg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kata Hanan, dengan adanya kerja sama antara petani melalui koperasi dengan pengusaha, petani mendapatkan harga yang layak.

"Kita juga memfasilitasi petani dengan koperasi ke perbankan, untuk akses permodalan. Karena selama ini minim akses permodalan," ujarnya.

"Selama ini modal usaha dari para tengkulak, sehingga harganya sesuai dengan tengkulak. Ini sangat merugikan petani garam," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pengembangan Usaha, Kementerian Kelautan Pertanian, Riyanto Basuki mengakui, penyerapan garam rakyat saat ini masih rendah.

Kebutuhan garam nasional pada 2014 yakni 2,5 juta ton. Dari jumlah tersebut, untuk kebutuhan konsumsi sekitar 1,2 juta ton garam. Sedangkan produksi garam rakyat nasional mencapai 2,4 juta ton. Jika direduksi sekitar 25 persen, maka jumlahnya kurang dari 2 juta ton.

"Penyerapan garam rakyat masih rendah, karena belum ada kesesuaian kualitas antara garam yang dihasilkan petani dengan kebutuhan industri," tutur Riyanto.

Ia mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan terus berupaya meningkatkan kualitas produksi garam, agar pada Tahun 2017 dapat mencapai target swasembada garam.

"Kami pasti akan melakukan perbaikan-perbaikan untuk meningkatkan kualitas. Juga perbaikan di tata niaga dan distribusi garam," ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono menambahkan, ada beberapa isu strategis terkait garam di Jatim seperti akses permodalan petani garam rakyat hingga regulasi yang dinilai tidak berpihak pada petani garam.

"Dengan adanya kesepakatan ini, kami harapkan petani garam lebih baik dan kualitas garam semakin meningkat," tandasnya.

(roi/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads