Bandara yang akan dibiayai oleh Lion Group ini masih terkendala aspek operasional sebagai syarat mengajukan ijin kelayakan pembangunan bandar udara Lebak.
Pihak penggarap yaitu MIRS menyampaikan dari lahan yang akan dikerjasamakan untuk membangun kota aerotropolitan seluas 5.500 hektar, sudah diakuisisi lahan seluas 1.700 hektar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penguasaan lahan, kata Ishak, bekerja sama dengan beberapa pengusaha properti besar yaitu Ciputra dan Tahir Mayapada. "Lahan yang tersedia itu 5.500 hektar. Kami kerjasama juga dengan Ciputra dan Tahir Mayapada.
"Investasi Rp 17 triliun. Itu infrastruktur bandara termasuk lahan. Kalau lahan itu kecil biayanya, saya sudah habis sekitar Rp 1 triliun," jelasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut dari Kementerian Perhubungan yaitu Direktur Kebandarudaraan Ditjen Perhubungan Udara Agus Santoso dan Direktur Navigasi Ditjen Perhubungan Udara Novie Riyanto. Selain itu, Direktur Utama Lion Air Edward Sirait, Direktur Utama PT MIRS Ishak, dan pakar penerbangan Chappy Hakim.
(ang/ang)











































