Proyek Tol Sumatera Sudah 3 Kali Ditengok Jokowi

Proyek Tol Sumatera Sudah 3 Kali Ditengok Jokowi

Dana Aditiasari - detikFinance
Sabtu, 07 Nov 2015 09:21 WIB
Proyek Tol Sumatera Sudah 3 Kali Ditengok Jokowi
Jokowi Saat Meresmikan Proyek Tol Trans Sumatera
Jakarta - Pembangunan infrastruktur di luar pulau Jawa terus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Contohnya adalah proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mondar-mandir memantau perkembangan proyek ini.

Kemarin, Presiden Jokowi meninjau pembangunan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar di KM 77. Jokowi datang didampingi Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri BUMN Rini Sumarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, beserta rombongan menyusuri pekerjaan fisik jalan yang sudah rampung sepanjang 1 kilometer (km).

Jokowi telah meninjau pekerjaan ruas tol tersebut sebanyak tiga kali. "Pertama kali meninjau saat ground breaking, kedua tengah melakukan pekerjaan fisik, kemarin kali ketiga sudah mulai dicor dan selesai satu kilometer," kata Basuki, dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jokowi memang pernah berikrar, dirinya akan terus memantau seluruh proyek pembangunan infrastruktur apalagi groundbreaking proyek infrastruktur tersebut dilakukan oleh dirinya sendiri. Kala itu. dengan tegas Jokowi mengatakan, tak boleh ada lagi proyek infrastruktur yang mangkrak, apalagi berhenti setelah dilakukan groundbreaking.

Basuki sendiri menerjemahkan ikrar Jokowi tersebut dengan melakukan sejumlah langkah percepatan. Pertama adalah membagi pekerjaan kepada setiap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dirunjuk menggarap proyek tol tersebut.

Ada 4 BUMN yaitu, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Keempat BUMN membangun empat seksi berbeda.

Di ujung Bakauheni-Sidomulyo dikerjakan oleh PT PP, Sidomulyo-Lematang oleh Waskita, Kota Baru-Gunung Sugih oleh Adhi Karya, dan Gunung Sugih-Terbanggi Besar oleh Wijaya Karya.β€Ž "Pembagian kerja seperti itu dapat mempercepat proses pembangunan," kata Basuki.

Langkah percepatan lainnya adalah dengan melakukan pekerjaan pada sebagian tanah yang sudah dibebaskan tanpa menunggu seluruh lahannya bebas.

Basuki mengatakan, Kementerian PUPR menargetkan sampai akhir tahun ini, sepanjang 40 km lahan untuk ruas tol ini selesai pembebasannya. "Tahun depan tambah lagi 80 km, sehingga Juni sudah 140 km," sambung dia.

Dengan rampungnya pembebasan lahan maka konstruksi akan lebih cepat. Disadari pembebasan lahan tidak lepas dari peran pemerintah daerah setempat. Jika sudah bebas, Pemerintah pusat bertugas untuk menyediakan pendanaan.

Proyek pembangunan tol Bakauheni-Terbanggi Besar di Kabupaten Lampung Selatan melintasi 59 desa di 11 kecamatan, dengan panjang 104,4 km dan lebar 120 meter. Rinciannya, 30 meter ke kiri dari patok tengah dan 90 meter kearah kanan dari patok tengah.

Keberadaan jalan tol ini punya peranan penting karena dapat mempercepat waktu tempuh, memperlancar arus pergerakan masyarakat dan distribusi barang yang dapat mengembangkan pengembangan potensi daerah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung dan sekitarnya.

Sementara secara terpisah, Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana mengatakan, Jokowi mengecek pembangunan jalan tol Trans Sumatera di Lampung kemarin.

Usai melihat progress dari pembangunan jalan tol ini, Ari mengatakan, Jokowi beserta istri berkunjung ke galangan kapal PT Daya Radar Utama di Kota Bandar Lampung.

(dna/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads