ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 12 Nov 2015 16:02 WIB

Temui JK, Bank Dunia: RI Adalah Pemegang Saham Terpenting Kami

Bagus Prihantoro Nugroho - detikFinance
Perwakilan Bank Dunia Usai Bertemu Wapres JK (Bagus-detikFinance) Perwakilan Bank Dunia Usai Bertemu Wapres JK (Bagus-detikFinance)
Jakarta - Sebanyak sembilan orang perwakilan Bank Dunia menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Mereka membicarakan peran Indonesia dalam menanggulangi kemiskinan.

"Kami amat senang mendapat kesempatan bertemu Wakil Presiden dan bicara tantangan serta kesempatan bagi Indonesia, dan bagaimana Grup Bank Dunia dapat melanjutkan dukungan kepada Indonesia dalam mengurangi kemiskinan dan berbagi kesejahteraan lebih luas lagi," ujar Direktur Eksekutif Bank Dunia untuk Jerman, Ursula Mueller, di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (12/11/2015).

Ursula menyebut, dirinya telah bertemu Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil kemarin. Mereka juga menawarkan bantuan untuk Indonesia lewat kedua menteri itu.

"Indonesia adalah pemegang saham terpenting Grup Bank Dunia, pengalaman dalam pengurangan kemiskinan telah memberi contoh untuk dunia. Indonesia telah mengurangi separuh angka kemiskinan hanya dalam satu dekade," imbuh Ursula.

Lebih lanjut Ursula yang berblaser kuning itu, menyebut maksud Bank Dunia untuk melanjutkan kerja sama hingga satu dekade lagi, terutama dalam pembiayaan infrastruktur. Kerja sama Indonesia dengan Bank Dunia telah memasuki dekade keenam.

Pertemuan perwakilan Bank Dunia dengan JK berlangsung tertutup selama satu jam.

Ada pun pejabat Bank Dunia yang hadir di antaranya adalah Rodrigo Chaves (Country Director untuk Bank Dunia di Indonesia), Sarvesh Suri (Country Director Bank Dunia Indonesia), Sung Soo Eun (Direktur Eksekutif untuk Korsel), Matthew (Direktur Eksekutif untuk Amerika Serikat), Jose Rojas (Direktur Eksekutif untuk Venezuela), Claudiu Doltu (Direktur Eksekutif Alternatif untuk Rumania, Bosnia-Herzegovina, Bulgaria, Israel, Belanda), Nuno Monta Pinto (Direktur Eksekutif Alternatif untuk Portugal, Albania, Yunani, Italia, Timor Leste, dan Gulsum Yazganarikan (Direktur Alternatif Eksekutif untuk Turki, Austria, Belarusia, Luxemburg).

(bpn/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com