Menteri Keuangan (Menkeu), Bambang Brodjonegoro bertemu dengan Menkeu Amerika Serikat (AS) Jack Lew, di sela-sela pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diselenggarakan di Turki. Banyak materi yang dibahas, dari ekonomi global hingga perpajakan.
Pertemuan itu berlangsung sekitar satu jamβ. Bambang terlihat mengenakan balutan jas hitam dengan dasi berwarna merah. Bambang menekankan bahwa kebijakan moneter AS memberikan dampak yang cukup besar untuk dunia, khususnya negara berkembang seperti Indonesia. Untuk itu diperlukan komunikasiβ yang baik, agar negara lain bisa mempersiapkan diri.
"Sebenarnya dengan Amerika itu bicara masalah ekonomi kedua negara. Harapan pemerintah Indonesia agar AS bisa lebih komunikatif dalam kebijakan moneternya," ungkap Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateralβ, BKF, Kementerian Keuangan, Syurkani Ishak Kasimβ menyampaikan kesimpulan pertemuan kepada detikFinance, Senin (16/11/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada pembicaraan juga soal paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan baru-baru ini," imbuhnya.
Kemudian juga beberapa hal yang menyangkut kepentingan langsung kedua negara. Misalnya isu perpajakan.β Isu ini menjadi penting, sebab banyak perusahaan besar AS yang berinvestasi di Indonesia dan cukup rawan dengan praktek transfer pricing.
"Serta penguatan kerja sama antar kementerian keuangan atas isu-isu yang memiliki kepentingan bersama seperti isu perpajakan dan lain-lain," tegas Syurkani.
(mkl/hns)











































