'Virus' Uber Menjelajah 356 Kota, Terbukti Kurangi Pengangguran

Laporan dari Manila

'Virus' Uber Menjelajah 356 Kota, Terbukti Kurangi Pengangguran

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Selasa, 17 Nov 2015 12:36 WIB
Virus Uber Menjelajah 356 Kota, Terbukti Kurangi Pengangguran
Manila - Layanan transportasi online kini tengah menjadi tren di dunia termasuk Indonesia. Salah satunya adalah Uber. Layanan berbasis aplikasi ini sudah menjelajahi 356 kota di 64 negara di dunia.

Meskipun dinilai ilegal, nyatanya layanan taksi Uber ini kian masif. Bahkan, pencetus Uber menilai bisnis aplikasinya telah sukses mengurangi angka pengangguran.

"Uber sudah ada di 64 negara, 356 kota, apa yang Anda pikirkan? Ini bisnis yang menguntungkan. Banyak orang mendapatkan pemasukan dari bisnis ini. Pengangguran berkurang," kata Chief Advisor and Member, Board of Directors Uber Technologies, Inc, David Plouffe, dalam pembahasan mengenai Uber's Response to New Consumer Demands, di acara Konferensi Tingkat Tinggi, Komite Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2015 SME Summit, di Green Sun Hotel, Manila, Filipina, Senin (16/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, layanan taksi Uber merupakan salah satu bisnis yang inovatif. Pekerja atau driver bisa melakukan kegiatannya sesuai dengan keinginannya.

Artinya, tidak ada waktu yang mengikat. Cara kerja seperti ini disukai banyak orang.

"Ini fleksibel. Mereka (driver) bisa menjadi bos dan mengatur jadwal sendiri. Mereka bisa mengatur ingin bekerja berapa jam dalam sehari," jelas dia.

David menambahkan, bisnis ini terbukti mengubah nasib banyak orang. Kaum muda bisa bergabung bersama Uber sebagai langkah awal mendapatkan uang.

"Bagi mereka, Uber ini dijadikan penghasilan tambahan. Sebanyak 91% pengemudi mencari penghasilan di sini untuk mendukung keuangan diri sendiri dan keluarga," kata David.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads