Sisanya sebanyak 20% beras dipegang oleh Perum Bulog. Kondisi ini, sangat berbahaya karena pedagang besar berpotensi mengatur harga dan pasokan beras.
"80% dikuasai oleh pedagang besar, sisanya 20% dikuasai Bulog. Ini bahaya banget," kata Syarkawi saat blusukan di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (18/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka per pedagang bisa memiliki omzet Rp 50 miliar per bulannya," jelasnya.
Terkait laporan pedagang di Pasar Cipinang tentang kelangkaan beras IR 64 kualitas medium, Syarkawi mengaku pihaknya bakal melakukan investigasi dan koordinasi dengan anggota komisioner lainnya sebelum membuat kesimpulan.
"Ini lagi kita dalami, pasokan berkurang karena produksi nggak ada atau ada permainan atau produksi nggak ada tapi dimainkan semakin langka," katanya.
(feb/hen)










































