Utang luar negeri sektor swasta turun US$ 1,7 miliar, terutama disebabkan oleh turunnya utang luar negeri bank.
Sementara itu, posisi utang luar negeri sektor publik turun US$ 0,4 miliar, terutama disebabkan oleh turunnya utang luar negeri pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Utang luar negeri terhadap PDB 51,5% batasnya. Sekarang 34,9%. Baik swasta maupun pemerintah utangnya turun. Jadi, jangan melihat angkat. Kemampuan kita membayar itu dilihat dari rasio. Dalam batas ini kita masih dalam zona aman," ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Statistik BI, Hendy Sulistiowati, dalam jumpa Pers, di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Jumat (20/11/2015).
Selain dari rasio terhadap PDB, Hendy menyebutkan, rasio utang luar negeri jangka pendek terhadap total utang juga dalam batas aman.
Saat ini, utang luar negeri jangka pendek terhadap total utang mencapai 18,6%.
"Utang luar negeri jangka pendek terhadap total utang 18,6%. Yang dianggap bahaya kalau melampau 18,9%. Utang luar negeri terhadap penerimaan transaksi berjalan 170,7 batasnya. Sekarang kita 157,7%. Kita tahu ekspor kita menurun. Cadangan devisa terhadap utang luar negeri jangka pendek batasnya 150%, kita di 181%," sebut dia.
(drk/dnl)











































