Saingi Changi, Soetta Ingin Jadi Bandara Transit di ASEAN

Saingi Changi, Soetta Ingin Jadi Bandara Transit di ASEAN

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Selasa, 24 Nov 2015 17:40 WIB
Saingi Changi, Soetta Ingin Jadi Bandara Transit di ASEAN
Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) sedang mengebut pembangunan Terminal 3 Ultimate dan revitalisasi Terminal 1 dan 2. Bila proyek ini rampung akhir tahun depan, diyakini dapat menyangi Bandara Changi, Singapura.

"Bagaimana isu hub Asia di bawa ke Jakarta dalam skema lebih terstruktur dan sistematis. Dari penumpang saja (Terminal 3 Ultimate), kita bisa terima penumpang 25 juta, nggak kalah dengan arsitektur Changi Airport," Kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Budi Karya, dalam acara diskusi Deloitte, di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2015).

Selama ini, Bandara Changi dan Kuala Lumpur International Airport menjadi hub penerbangan di ASEAN. Untuk merebut posisi itu, AP II akan menggandeng maskapai Garuda Indonesia dan anggota maskapai dunia aliansi SkyTeam.
Β 
"Kita kerja sama SkyTeam sebagai transit airport bukan destinasi. Jadi maskapai SkyTeam bisa transit di Bandara Soetta sebelum ke Asia, Timur Tengah dan Australia," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bila Bandara Soetta sukses menjadi bandara transit internasional, Budi mengaku banyak manfaat diperoleh Indonesia. Arus wisatawan asing ke Indonesia bisa semakin melonjak.

Terminal 3 Ultimate, ujar Budi, rencananya diperuntukan untuk melayani penerbangan internasional dan Garuda Indonesia, sedangkan Terminal 2 untuk maskapai Sriwijaya, Batik Air, Nam Air, AirAsia hingga Citilink dan Terminal 1 untuk maskapai Lion Air hingga Kalstar.

"Garuda dan penerbangan internasional semua nantinya lewat Terminal 3 Ultimate," sebutnya.

Sejalan dengan pengembangan terminal, AP II juga akan melengkapi moda antar terminal atau Automated People Mover System (APMS). Untuk akses dari dan ke Bandara Soetta, AP II bersama PT KAI membangun kereta khusus bandara. Kereta ini ditargetkan akan beroperasi di akhir 2016.

Meski demikian, AP II menyebut ada tantangan perihal harga avtur. Harga avtur di Bandara Soetta masih lebih mahal 17% daripada harga avtur di Changi Airport karena masih ada praktik monopoli.

Padahal, avtur berkontribusi hampir 47% terhadap biaya operasional dunia penerbangan. Akibat harga lebih mahal, maskapai yang terbang dari Bandara Soetta ke luar negeri seperti Eropa dan Timur Tengah memilih transit di Changi Airport untuk membeli avtur. Alhasil, AP II telah mengirim surat kepada Menteri ESDM, Sudirman Said untuk menambah pemain atau distributor avtur, selain PT Pertamina agar harga bisa turun dan kompetitif.

"Karena avtur tinggi, mereka tetap berangkat dari Jakarta. Kemudian dari Jakarta transit Singapura untuk isi avtur," sebutnya.

(feb/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads