Penempatan desk ini diharapkan dapat berperan dalam meningkatkan investasi AS di Indonesia yang belum mencapai level yang optimal. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani menyamut baik usulan yang disampaikan oleh Duta Besar AS tersebut.
"Dubes Amerika Serikat kemarin sempat bertanya apakah sudah ada desk AS di BKPM? Belum. Mereka akan mengusulkan pembentukan desk Amerika Serikat di BKPM," ujar Franky dalam keterangan resminya pada pers, hari ini (25/11/2015).
Menurut Franky, desk AS tersebut dapat berkontribusi positif BKPM dalam meningkatkan arus investasi yang masuk ke Indonesia. Dia menambahkan bahwa nilai investasi AS di Indonesia saat ini belum mencapai level yang optimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari data FDI Market periode 2010-September 2015, investasi AS ke seluruh dunia mencapai US$ 694 miliar. Indonesia berada di peringkat 25 tujuan investasi AS dengan menyerap nilai investasi US$ 7,1 miliar atau hanya setara dengan 1,03%.
Franky menambahkan bahwa sebenarnya potensi untuk menarik investasi dari AS masih cukup besar, mengingat sektor utama investasi AS belum banyak yang menanamkan modalnya di Indonesia.
Mengutip data Financial Times, lima sektor utama investasi AS ke seluruh dunia adalah komunikasi, software dan pelayanan IT, otomotif, energi dan sektor kimia. Bulan Oktober lalu, Presiden bersama Kepala BKPM juga sempat melakukan kunjungan ke Amerika Serikat dan berhasil membawa kesepakatan bisnis yang terkait dengan investasi senilai US$ 2,4 miliar.
“Kami akan pelajari keberadaan desk Amerika Serikat karena dalam prosesnya dibutuhkan surat permintaan resmi dari Kedutaan Besar Amerika Serikat, setelah itu dilakukan pembahasan terutama terkait pembiayaan maupun hal-hal terkait teknis operasional desk tersebut di BKPM,” imbuhnya.
Saat ini, BKPM telah memiliki beberapa desk yang secara spesifik membantu memfasilitasi investor-investor dari negara mitra investasi. Di antaranya, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan yang terakhir adalah Uni Eropa. Negara-negara tersebut menempatkan 1-2 orang perwakilannya di BKPM dibantu dengan beberapa staf lokal.
BKPM juga memiliki kantor perwakilan di AS yang berlokasi di New York. Kantor Indonesia Investment Promotion Center tersebut bertugas untuk memfasilitasi dan merealisasikan minat investasi pengusaha Amerika Serikat yang berminat untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Merujuk data yang dirilis oleh BKPM, AS sendiri masuk dalam daftar lima besar negara yang paling banyak menanamkan modalnya di Indonesia.
Realisasi investasi AS pada periode Januari-September 2015 sebesar US$ 854 Juta. Sementara itu, total investasi AS di Indonesia periode 2010-September 2015 sebesar US$ 8,0 Miliar dan menduduki peringkat ke-3 (ketiga) di bawah Singapura dan Jepang.
Lima sektor terbesar adalah pertambangan US$ 7,2 Miliar, perdagangan/reparasi US$ 258 Juta, industri makanan US$ 167 Juta, industri alat angkut US$ 142 Juta, dan industri kimia dan farmasi US$ 56 Juta.
(hns/hns)











































