Menkeu: Bank Jangan Iming-imingi Pemda Simpan Dana, Itu Racun

Menkeu: Bank Jangan Iming-imingi Pemda Simpan Dana, Itu Racun

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 26 Nov 2015 17:44 WIB
Menkeu: Bank Jangan Iming-imingi Pemda Simpan Dana, Itu Racun
Jakarta - Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, meminta perbankan tidak memberikan penawaran khusus, seperti bunga tinggi kepada Pemerintah Daerah (Pemda). Iming-iming tersebut membuat Kepala Daerah lebih tertarik menyimpan anggaran belanja pembangunan di perbankan, daripada menggunakannya untuk pembangunan.

Akibatnya, dana yang seharusnya untuk membangun infrastruktur jadi tidak terpakai.

"Jangan iming-imingi Pemda rajin simpan di bank, itu racun. Buat anda (perbankan) senang dapat dana murah, tapi seharusnya uang bisa jadi jalan Puskemas, sekolah," kata Bambang, di acara Kompas 100 CEO Forum, JCC Senayan, Jakarta, Kamis (26/11/2015).
Β 
Meski Pemda memperoleh pendapatan bunga, namun manfaatnya tidak bisa dirasakan masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang menjelaskan, dana-dana pembangunan bila dipakai dan dibelanjakan dengan benar bisa menciptakan dampak besar. Untuk jangka pendek, industri terkait infrastruktur bisa hidup sehingga menaikkan daya beli.

"Jangan lupa kelebihan infrastruktur saat jadi memang beri multiplier effect tinggi. Saat dibangun juga beri manfaat ke sektor industri bahan bangun. Intinya ada dorongan pertumbuhan saat infrastruktur dibangun. Pak Basuki (Menteri PUPR) lelang paket (proyek infrastruktur), itu ciptakan lapangan kerja baru. Jadi belanja infrastruktur selesaikan masalah jangka pendek dan panjang," tambah Bambang.

Pada Agustus 2015 lalu, Bambang pernah menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), ada sekitar Rp 273 triliun dana Pemda di Indonesia yang disimpan di bank.

(feb/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads