Sebelum menuju tambang berlian dengan nama Argyle, detikFinance bersama rombongan wartawan asing dan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia, menyewa pesawat casa milik maskapai Aviair. Maskapai ini melayani tur keliling Kununurra, Australia. Lokasinya hanya bersebelahan dengan Bandara Kununurra.
Pesawat Casa tersebut dapat mengangkut sekitar 12 orang. Untuk mencapai tambang berlian Argyle menggunakan pesawat casa ini, butuh waktu sekitar 20 menit. Sebelum sampai ke lokasi tambang, sang pilot akan mengajak berkeliling melihat indahnya pemandangan Kununurra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lihat, itu tambang berliannya. Tambang berlian ini memproduksi berlian pink. Tambang ini beroperasi sejak 1985," ucap Antony.

Setelah puas mengelilingi tambang berlian, pilot lalu membawa rombongan ke tempat paling eksotik di Kununurra, yakni Bungle Bungle, di Taman Nasional Purnululu.

Mengapa eksotik, karena kita bisa melihat bukit-bukit seperti sarang lebah, dengan lapisan-lapisan batunya. Pemadangan akan jauh lebih indah ketika matahari akan terbenam.
Proses terbentuknya lapisan-lapisan tanah dan batuan di Bungle-Bungle ini diperkirakan mencapai 350 juta tahun lalu.

"Suku Aborigin menjaga lokasi ini selama 40.000 tahun. Ini salah satu warisan dunia yang tidak banyak diketahui banyak orang sebelumnya. Saat ini Bungle Bungle merupakan daya tarik utama bagi yang berkunjung ke Kimberley, Kununurra," ungkap Antony.
Oh ya, satu yang menarik dari Kimberley adalah pohon boab yang di dalam batang pohonnya dapat menyimpan ratusan liter air. Pohon ini banyak di temui di sepanjang jalan Kimberley, dan sulit ditemui di bagian Australia lainnya.

Menteri Pembangunan Daerah dan Pertanahan, Menteri Membantu Menteri Negara Pembangunan, Terry Redman mengungkapkan, Kununurra tidak hanya menarik dari segi pariwisata saja, saat ini Australian merayu investor baru untuk investasi salah satunya di Kununurra. Salah satu investasi yang cocok di Kununurra salah satunya Kimberley adalah sektor perkebunan.
"Di sini kita dorong investasi perkebunan, seperti perkebunan mangga, melon, dan nanas. Anda bisa lihat ratusan hektar perkebunan mangga di sini tumbuh subur. Kami telah membangun saluran irigasi melalui di bawah tanah dan memasok langsung ke perkebunan. Pasokan air di irigasi ini mampu mencukupi hingga 50 tahun lebih," ungkap Terry.

(rrd/hen)











































