Laos menandatangani kerja sama dengan China untuk membangun jalur kereta modern terpanjang dan tercepat di Laos yang akan beroperasi pada 2020.
Kepala Komisi Nasional Pengembangan dan Reformasi China Xhu Shaosi bersama Deputi Perdana Menteri Laos Somsavat Lengsavad menandatangani perjanjian tersebut di Diayoutai State Guest House, Jumat pekan lalu.
Kedua negara sepakat menggunakan teknologi China untuk membangun jalur kereta sepanjang 418 km yang menghubungkan antara Kunming (ibukota Provinsi Yunnan China) dengan Vientiane, Laos. Jalur kereta berkecepatan 160 km/jam sebesar 60 persennya terdiri atas jembatan dan terowongan. Selain penumpang, kereta juga akan mengangkut barang atau kargo. Kecepatan kereta 160 km bakal yang tercepat di Laos, sedangkan kereta cepat di dunia bisa mencapai 400-500 Km/jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Proyek ini akan menggerakkan pembangunan sosial dan ekonomi secara signifikan di Laos. Transportasi semakin maju dan menghasilkan banyak lapangan kerja bagi masyarakat. Tentu saja, itu akan menjadi suntikan momentum baru bagi perekonomian di wilayah barat daya China,” kata Wang Xiaotao, Kepala Deputi Komisi Nasional Pembangunan dan Reformasi China, seperti dikutip dari China Daily, Minggu (6/12/2015).
Wang belum mengungkapkan kapan pembangunan jalur akan dimulai. Ia hanya mengatatakan jalur bagian Yuxi dan mohan akan dimulai pada Januari 2016.
Kedua negara telah mulai mendiskusikan garis lintas batas pada 2010, namun baru beberapa waktu lalu sudah sampai tahap perjanjian kerja sama. Titik baliknya terjadi pada April 2014 ketika Perdana menteri laos Thongsing Thammavong mengunjungi China dan berbicara dengan Presiden Xi Jinping dan Li Keqian di atas kereta. Pasca itu, kedua pihak sepakat mempercepat realisasi proyek kereta tersebut.
(hen/hen)











































