Anggaran Telat Cair, E-Procurement Pemerintah Baru Capai 54,98%

Anggaran Telat Cair, E-Procurement Pemerintah Baru Capai 54,98%

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 08 Des 2015 14:48 WIB
Anggaran Telat Cair, E-Procurement  Pemerintah Baru Capai 54,98%
Jakarta -

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mencatat realisasi pengadaan barang dan jasa secara elektronik sebesar Rp 275 triliun. Pengadaan itu terdiri dari e-tendering atau tender elektronik sebesar Rp 241 triliun dan e-purchasing atau pembelian secara elektronik sebesar Rp 34 triliun.

"Hingga akhir November 2015, realisasi e-tendering sudah Rp 241 triliun dan e-Purchasing Rp 34 triliun," ujar Kepala LKPP Agus Prabowo, di sela peresmian Kantor LKPP, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Namun, realisasi tersebut baru mencapai 54,98% dari target sebesar Rp 555,89 triliun di 2015. Agus menjelaskan, penyebab rendahnya realisasi ini karena faktor keterlambatan pencairan anggaran kementerian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasalnya, anggaran baru bisa cair setelah kementerian baru maupun kementerian hasil penggabungan dan pemisahan menyelesaikan urusan nomenklatur

"Masih sedikit karena memang terbentur masalah nomemnklatur waktu itu, banyak yang belum bisa mulai kerjanya dan anggarannya belum bisa dicairkan tunggu itu (nomenklatur) selesai," kata Agus.

Namun demikian, Agus optimistis hingga dapat mengejar target realisasi pengadaan barang secara elektronik sebesar 94,8% di akhir tahun 2015. Agus yakin target itu bisa tercapai karena hingga saat ini masih banyak proses pengadaan yang terus berjalan.

Selain itu, pengadaan barang dan jasa jelang akhir tahun umumnya didominasi pengadaan untuk kegiatan inti yang nilainya lebih tinggi ketimbang proses pengadaan pada kegiatan persiapan di awal proyek.

"Proyeksi akhir tahun harapan 94% terserap. karena belanja jalan terus," kata Agus

(dna/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads