Upah Minimum Tertinggi di Vietnam Hanya Rp 1,92 Juta

Laporan dari Hanoi

Upah Minimum Tertinggi di Vietnam Hanya Rp 1,92 Juta

Rina Atriana - detikFinance
Jumat, 11 Des 2015 17:17 WIB
Upah Minimum Tertinggi di Vietnam Hanya Rp 1,92 Juta
Hanoi - Upah minimum Vietnam 2015 secara nasional berkisar antara 2,15 juta -3,1 juta Dong Vietnam atau setara dengan Rp 1,33 juta - Rp 1,92 juta. Pengusaha Indonesia pun diminta agar memanfaatkan peluang murahnya biaya tenaga kerja tersebut untuk masuk pasar Vietnam.

"Saya minta teman-teman pengusaha invest di sini, manfaatkan fasilitas murahnya mereka itu," kata Direktur Pemberdayaan Usaha Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pratito Soeharyo di sela Pameran Dagang Indonesia 2015 di International Center of Exhibition (ICE) Hanoi, Vietnam, Jumat (11/12/2015).

Berdasarkan data yang diperoleh dari KBRI Hanoi, upah minimum tersebut disesuaikan dengan wilayahnya. Upah minimum di Wilayah I yang meliputi Hanoi, Hai Phong, dan Ho Chi Minh sebesar 3,1 juta Dong Vietnam atau setara Rp 1,92 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wilayah II terdiri dari Provinsi Hai Doung, Hung Yen, Bac Ninh, Thai Nguyen, Nha Trang, Can Tho dan Rach Gia dengan upah 2,75 juta Dong Vietnam atau setara Rp 1,71 juta. Upah minimum 2,4 juta Dong Vietnam atau setara Rp 1,49 juta berlaku di Wilayah III yaitu wilayah kabupaten atau distrik di Hai Duong, Vinh Phuc, Phu Tho, Bac Ninh, Nam Dinh, Phu Yen, Dong Nai, dan Tien Giang.

Sementara upah minimum di Wilayah IV yang meliputi daerah-daerah belum berkembang di Vietnam, sebesar 2,15 juta Dong Vietnam atau setara Rp 1,33 juta. Upah minimum di 2015 lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang sebesar 1,9 juta - 2,7 juta Dong Vietnam atau setara Rp 1,18 juta - Rp 1,68 juta.

"Mereka (pemerintah Vietnam) juga menjamin hampir semua provinsi dalam peraturan investasi mereka, salah satunya terkait bebas demo. Dia berani menjamin tidak akan ada demo selama berinvestasi di sini," ujar Pratito.

Masih berdasarkan data dari KBRI Hanoi, setiap perusahaan dengan modal asing wajib mengakui organisasi yang mewakili pegawai mereka. Saat ini satu satunya serikat yang diakui adalah Vietnam General Confederation of Labour. Mereka mengawasi kondisi di lapangan, termasuk soal pemogokan.

(rna/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads