Pengiriman perdana sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ke DKI Jakarta dengan menggunakan kapal pengangkut ternak KM Camara Nusantara I disambut gembira oleh pedagang sapi di Jakarta.
Sebab, kebutuhan sapi di DKI Jakarta amat tinggi, mencapai 1.500 ekor per hari. Keberadaan kapal ternak KM Camara Nusantara I dinilai akan membuat suplai sapi ke Jakarta makin terjamin, harganya pun makin terjangkau.
Ketua Komite Daging Sapi (KDS) Jakarta Raya, Sarman Simanjorang, meminta agar kapal ternak bisa terus mengirim pasokan sapi ke Jakarta, tidak hanya sekali-sekali saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya meminta agar pemerintah segera merealisasikan rencana penambahan kapal ternak hingga 8 kapal pada 2017. Bila 8 kapal ternak bisa memasok sapi secara berkelanjutan ke Jakarta, Sarman yakin harga daging sapi bisa diturunkan.
"Pasti ada pengaruh signifikan kalau pasokannya stabil. Kita harapkan kapal ternak bukan hanya 1," kata Sarman.
Sebagai informasi, pengangkutan ternak sapi dengan pelayaran perdana kapal ternak KM Camara Nusantara 1 telah dilakukan pada hari Minggu tanggal 6 Desember 2015 pukul 01.00 WITA dari Pelabuhan Tenau Kupang NTT dan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada hari Jumat pagi, tanggal 11 Desember 2015.
Jumlah ternak yang dikirim menggunakan kapal ternak ini adalah sebanyak 353 ekor dengan jenis ternak sapi Bali jantan yang memiliki rata-rata bobot hidup 250 – 350 kg dan diperkirakan rata-rata produksi daging sapi per ekor adalah 125 kg.
Pengiriman sapi dari daerah produsen dengan memanfaatkan kapal angkut ternak atau pemanfaatan tol laut ke daerah konsumsi ini diharapkan dapat maksimal karena diyakini mampu menekan harga distribusi sapi.
(hns/hns)











































