Pertama di 2015, Neraca Perdagangan RI Defisit US$ 346 Juta

Pertama di 2015, Neraca Perdagangan RI Defisit US$ 346 Juta

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 15 Des 2015 11:58 WIB
Pertama di 2015, Neraca Perdagangan RI Defisit US$ 346 Juta
Jakarta - Neraca perdagangan pada November 2015 tercatat defisit sebesar US$ 346,4 juta. Raihan defisit ini merupakan pertama kalinya terjadi di 2015

"Neraca perdagangan defisit US$ 346,4 juta dengan ekspor US$ 11,16 miliar dan impor US$ 11,51 miliar. Dalam tahun 2015 baru pertama kali defisit, di mana selama ini surplus terus," ungkap Suryamin di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (15/12/2015)

Ekspor US$ 11,16 miliar atau turun 7,91% dari bulan sebelumnya (MoM). Eskpor Migas US$ 1,38 miliar naik 14,67% menjadi US$ 1,58 miliar. Sedangkan ekspor non migas US$ 10,74 miliar turun 10,81% menjadi US$ 9,58 miliar

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dibandingkan dengan November 2014 (yoy) turun 17,58% menjadi US$ 13,54 miliar. Secara akumulatif Januari - November 2015 US$ ‎138,42 atau turun 14,32%. Non migas US$ 121,08 miliar atau turun 9,43%

Kontribusi terbesar:
Lemak dan Minyak Hewan Nabati US$ 17,03 miliar
Bahan Bakar Mineral US$ 14,84 miliar

Pangsa pasar:
Amerika Serikat US$ 13,98 miliar
Tiongkok US$ 12,03 miliar
Jepang US$ 11,91 miliar
Asean US$ 25,13 miliar
Uni Eropa US$ 13,57 miliar

Impor

Impor selama November mencapai US$ 11,51 miliar atau naik 3,61% dibandingkan bulan sebelumnya. Impor migas US$ 1,76 miliar atau turun 6,95% menjadi US$ 1,64 miliar, dan impor non migas US$ 9,35 miliar atau naik 5,6% menjadi US$ 9,87 miliar

Secara YoY (year on year) impor turun 18,03% menjadi US$ 14,04 miliar dibandingkan November 2014. Secara akumulatif Januari-November‎ US$ 130,61 miliar atau turun 20,24%

Sedangkan impor non migas menacpai US$ 107,79 miliar atau turun 12,84%

Kontribusi terbesar:
Mesin dan peralatan mekanik US$ 20,36 miliar
Mesin dan perlatanan listrik US$ 14,12 miliar

Pangsa pasar:
China US$ 26,45 miliar
Jepang US$ 12,24 miliar
Singapura US$ 8,17 miliar
Asean US$ 23,66 miliar
Uni Eropa US$ 10,21 miliar

(mkl/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads