Rachmat Gobel Kembali Pimpin Perhimpunan Alumni Jepang

Rachmat Gobel Kembali Pimpin Perhimpunan Alumni Jepang

Ananda Setiyo Ivannanto - detikFinance
Senin, 21 Des 2015 08:34 WIB
Rachmat Gobel Kembali Pimpin Perhimpunan Alumni Jepang
Jakarta - Mantan Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel, terpilih kembali menjadi Ketua Umum Perhimpunan Alumni dari Jepang (Persada) Periode 2015-2019 melalui proses musyawarah mufakat pada Rapat Umum Anggota Persada.

Rapat Umum Anggota Persada merupakan forum tertinggi Persada yang dihadiri sekitar 60 lebih perwakilan pengurus Persada pusat dan daerah antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, Aceh, Sulawesi Utara, dan Yogyakarta.

Salah satu perwakilan dari Persada Daerah yang merupakan Kepala Daerah adalah Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah. Sebelumnya Gobel menjabat dua periode dari 2007-2011, dan 2011-2015 sehingga ini merupakan periode ketiganya memimpin Persada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sambutannya, Gobel mengajak seluruh pengurus untuk bersama-sama mengimplementasikan Monozukuri atau semangat membuat produk yang mengedepankan penyempurnaan secara berkesinambungan untuk membentuk cara berpikir bangsa menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN yang tinggal beberapa hari lagi diberlakukan.

Gobel menjanjikan akan menjadi penyemangat untuk Persada Daerah dan berharap dari Daerah bisa memunculkan produk dan industri unggulan.

Beberapa upaya yang akan dilakukan berbasis Monozukuri ini, Gobel berharap bersama dengan Persada Daerah bisa memaksimalkan organisasi-organisasi pemerintah Jepang yang ada seperti Japan External Trading Organization (JETRO), dan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Selain itu Gobel juga ingin supaya program Sister City yang sudah terjalin bisa lebih dimaksimalkan. Indonesia merupakan negara di dunia yang paling banyak menjalin Sister City dengan Jepang.

Persada berdiri pada tahun 1963 yang diawali oleh hadirnya mahasiswa Indonesia di Jepang sejak tahun 1933. Mahasiswa Indonesia di Jepang setelah proklamasi 17 Agustus 1945 juga turut berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui lobi dengan pihak Jepang untuk mengakui kemerdekaan Indonesia dan berbagai upaya seperti demonstrasi dan petisi ke Dewan Keamanan PBB untuk menyelesaikan Agresi Militer Belanda.

Beberapa alumni Jepang yang menjadi tokoh masyarakat termasuk posisi penting di pemerintahan antara lain Ginanjar Kartasasmita (Mantan Ketua DPD RI), Yusron Ihza Mahendra (Duta Besar Jepang), Julian Aldrin Pasha (Mantan Juru Bicara Presiden), dan Unggul Priyanto (Kepala BPPT).

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads