"Kita sekali nebus (beras untuk OP) 7.200 ton dibagi 250 pedagang di PIBC. Pedagang punya pengecer di luar. Rata-rata yang kita libatkan adalah pedagang yang punya toko dan punya grass root di bawah, bukan hanya di Cipinang," tutur Ketua Persatuan Pedagang Beras dan Penggilingan Padi (Perpadi) DKI Jakarta, Nellys Soekidi, saat ditemui di PIBC, Jakarta, Selasa (22/12/2015).
Berkat kerjasama Bulog dan para pedagang di Cipinang, kata Nellys, sampai hari ini harga beras di Jakarta masih terkendali. Pasokan beras ke PIBC pun masih normal, di atas 3.000 ton per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, dia meminta pemerintah terus waspada dan menugaskan Bulog untuk terus melakukan operasi pasar agar tidak ada gejolak harga selama musim paceklik.
"Bulan Desember, Januari, Februari harus diantisipasi. Dengan persiapan yang baik, secara psikologis berdampak juga (terhadap harga beras)," tutupnya.
Sejauh ini, Bulog sudah menyalurkan 53.000 ton beras dalam OP. Sebanyak 75.000 ton beras telah disiapkan untuk OP di wilayah DKI Jakarta, dan 25.000 ton untuk wilayah lainnya. Dalam OP yang digelar Bulog, masyarakat bisa mendapatkan beras kualitas medium dengan harga Rp 8.300/kg. OP akan terus digelar hingga harga beras medium stabil di Rp 8.300/kg.
(hns/hns)










































