Begini Cara Bulog Jualan Beras Operasi Pasar

Begini Cara Bulog Jualan Beras Operasi Pasar

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 22 Des 2015 16:16 WIB
Begini Cara Bulog Jualan Beras Operasi Pasar
Jakarta - Perum Bulog tidak sendirian dalam melakukan operasi pasar beras. Sebanyak 250 pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) diajak bekerjasama untuk menyalurkan beras Bulog yang dijual dengan harga Rp 8.300/kg ke masyarakat.

Untuk menunjukkan adanya beras Bulog yang dijual, toko-toko milik pedagang yang bekerjasama dengan Bulog dipasangi spanduk bertuliskan 'Operasi Pasar Beras Pemerintah Kerja Sama Perum Bulog dengan Pasar Induk Beras Cipinang. HET Rp 8.300/Kg'.

Tujuannya supaya masyarakat mengetahui adanya beras Bulog yang diguyur ke pasar melalui pedagang, dan harga beras tersebut tak boleh melebihi Rp 8.300/kg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Spanduk-spanduk di luar kita pasang. Tujuannya untuk menunjukkan di lingkungan anda ada beras pemerintah dijual dengan harga eceran tidak lebih dari Rp 8.300/kg," kata Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Wahyu Suparyono, saat ditemui di PIBC, Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Ketua Pedagang Beras dan Penggilingan Padi (Perpadi) DKI Jakarta, Nellys Soekidi, menuturkan bahwa para pedagang pun enggan menjual beras Bulog dengan harga di atas Rp 8.300/kg.‎ Sebab, masyarakat sudah mengetahui harga beras Bulog.

Pedagang yang bekerjasama dengan Bulog pun tak sedikit. Jika pedagang lain menjual dengan harga Rp 8.300/kg, tentu pedagang yang melakukan kecurangan dengan menjual beras Bulog di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) bakal rugi sendiri.

"Kalau dijual di atas itu (HET Rp 8.300/kg), apa sanksinya? Ya tidak dibeli orang. Nggak laku," ‎ucap Nellys.

"Misalnya di pasar ini, toko ini jual Rp 8.300/kg, toko itu jual Rp 8.300/kg. Kalau saya jual Rp 8.400/kg, siapa yang mau beli?" imbuhnya.

Di samping itu, Nellys juga menyiapkan sanksi bagi para anggotanya yang melakukan kecurangan. Pedagang yang tidak jujur akan dicoret dari keanggotaan Perpadi sehingga tak bisa lagi mendapat bagian beras Bulog.

"Sanksi dari saya, saya coret sebagai anggota jadi besok-besok nggak dapat jatah lagi. Kita punya tanggung jawab moral," tandasnya.

‎Sejauh ini, harga dan pasokan beras di PIBC masih relatif stabil. Bahkan, harga beras kualitas III atau beras medium di Cipinang sudah turun Rp 300/kg dibanding November lalu karena adanya operasi pasar yang digelar Bulog.

"Sampai saat ini mau Natal dan Tahun Baru (beras) aman. Rata-rata harga beras kualitas III di PIBC sekarang Rp 8.700/kg. Kualitas II Rp 8.900-9.000/kg. Kualitas I Rp 9.100-9.200/kg. Kualitas super di atas Rp 9.400/kg. Harga terkendali karena adanya OP Bulog juga," tutupnya.

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads