Pemerintah dan United Nations Children's Funds (UNICEF) menjalin kerja sama untuk meningkatkan pemenuhan hak anak di Indonesia selama 2016 hingga 2020. Salah satu kolaborasi itu adalah meningkatkan pemberian nutrisi bagi anak-anak di Indonesia.
"Ada studi mengungkapkan 30% anak Indonesia itu pendek tubuhnya. Kenapa di saat ekonomi melaju, income per kapita meningkat, justru anak-anak tumbuh pendek. Ada yang salah dari pengasuhan, nutrisi atau pola makanan," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas dalam Penandatanganan Dokumen Kerjasama Pemerintah RI dan UNICEF periode 2016-2020 di Bappenas, Jakarta, Senin (28/12/2015).
Menurut Sofyan, kerjasama dengan Unicef akan dimanfaatkan melalui pengalaman organisasi internasional tersebut di berbagai negara. Pengalaman tersebut bisa diadopsi menjadi bekal penyusunan kebijakan terkait anak-anak di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak-anak merepresentasikan 30% penduduk Indoensia tapi menentukan 100% masa depan bangsa. Anak-anak adalah penentu nasib negara kita beberapa puluh tahun yang akan datang," kata Sofyan
Sofyan menambahkan, kerja sama antara Unicef dengan pemerintah tersebut bisa mengatasi berbagai masalah terkait pemenuhan hak-hak anak di Indonesia. Ia juga berharap Unicef bisa lebih menarik mobilisasi dana domestik.
"Mungkin bisa ditaruh kotak-kotak Unicef lebih banyak di tempat umum seperti bandara. Sebab sebetulnya kerjasama dengan organisasi sosial dengan pengalaman yang bagus lebih baik daripada dengan jalur birokrasi pemerintah," pungkasnya.
(hns/hns)










































