Kepala Bappenas: Ada Studi 30% Anak di RI Tubuhnya Pendek

Kepala Bappenas: Ada Studi 30% Anak di RI Tubuhnya Pendek

Lani Pujiastuti - detikFinance
Senin, 28 Des 2015 10:58 WIB
Kepala Bappenas: Ada Studi 30% Anak di RI Tubuhnya Pendek
Jakarta -

Pemerintah dan United Nations Children's Funds (UNICEF) menjalin kerja sama untuk meningkatkan pemenuhan hak anak di Indonesia selama 2016 hingga 2020. Salah satu kolaborasi itu adalah meningkatkan pemberian nutrisi bagi anak-anak di Indonesia.

"Ada studi mengungkapkan 30% anak Indonesia itu pendek tubuhnya. Kenapa di saat ekonomi melaju, income per kapita meningkat, justru anak-anak tumbuh pendek. Ada yang salah dari pengasuhan, nutrisi atau pola makanan," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas dalam Penandatanganan Dokumen Kerjasama Pemerintah RI dan UNICEF periode 2016-2020 di Bappenas, Jakarta, Senin (28/12/2015).

Menurut Sofyan, kerjasama dengan Unicef akan dimanfaatkan melalui pengalaman organisasi internasional tersebut di berbagai negara. Pengalaman tersebut bisa diadopsi menjadi bekal penyusunan kebijakan terkait anak-anak di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain peningkatan asupan nutrisi, kerjasama dengan Unicef juga mencakup peningkatan pendidikan dan perlindungan dari kekerasan, serta kepastian sertifikat kelahiran

"Anak-anak merepresentasikan 30% penduduk Indoensia tapi menentukan 100% masa depan bangsa. Anak-anak adalah penentu nasib negara kita beberapa puluh tahun yang akan datang," kata Sofyan

Sofyan menambahkan, kerja sama antara Unicef dengan pemerintah tersebut bisa mengatasi berbagai masalah terkait pemenuhan hak-hak anak di Indonesia. Ia juga berharap Unicef bisa lebih menarik mobilisasi dana domestik.

"Mungkin bisa ditaruh kotak-kotak Unicef lebih banyak di tempat umum seperti bandara. Sebab sebetulnya kerjasama dengan organisasi sosial dengan pengalaman yang bagus lebih baik daripada dengan jalur birokrasi pemerintah," pungkasnya.

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads