Jalan Trans Papua Prioritaskan Buka Daerah Pedalaman

Jalan Trans Papua Prioritaskan Buka Daerah Pedalaman

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 04 Jan 2016 14:00 WIB
Jalan Trans Papua Prioritaskan Buka Daerah Pedalaman
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sepanjang 2016 akan membuka 208 Km jalan dari 658 Km Jalan Trans Papua yang masih terputus. Pembukaan jalan akan difokuskan pada jalan-jalan yang menuju wilayah pedalaman Papua seperti Wamena dan Ilaga.

"Pembangunan Papua dan Papua Papua Barat dengan Trans Papua terutama akan dibuka yang menuju tengah (Pedalaman) seperti Ilaga di Puncak Jaya dan Wamena di Jayawijaya," Kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kepada detikFinance, Senin (4/1/2016).

Khusus menuju Wamena, kata Basuki pembukaan jalannya memiliki fokus untuk mengurangi tingkat kemahalan barang. Sehingga ruas jalan yang akan dibangun pun diarahkan ke wilayah terdekat dengan laut. dengan demikian diharapkan arus barang menuju kawasan ini bukan hanya lebih cepat tapi juga lebih murah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun pembukaan jalan akan dilakukan untuk menghubungkan Wamena dengan Mumugu yang berada di sisi selatan Papua. Ia merinci, pembukaan hutan akan dilakukan pada ruas Habema-Kenyam sepanjang 191 Km, Kenyam-Batas Batu sepanjang 25 Km dan Batas Batu-Mumugu sepanjang 25 km.

Diharapkan proses pembukaan hutan untuk dijadikan jalan di ruas ini bisa berjalan lancar dan dapat selesai di akhir tahun 2016.

"Wamena kita akan coba tembus, paling dekat kita ambil dari Mumugu, Kenyam, Wamena. Itu akan kami tembus di 2016. Tahun depan (2017) sudah ada jalannya," terang Basuki.

Demikian pula dengan Ilaga yang berada di Puncak Jaya. Menurut Basuki, pembukaan jalan harus segera dilakukan lantaran lokasi ini bisa dibilang tak memiliki akses jalan sehingga terkucilkan dari wilayah lain.

Kawasan ini akan dihubungkan dengan Jalan Trans Papua di ruas Wamena-Mulia-Ilaga-Erarotali sepanjang 466 km. Pada ruas ini ada sedikitnya 229 Km jalan yang belum tersambung. "Di sini akan dibuka bertahap, target 2018 bisa terbuka semuanya," jelasnya.

Kawasan pedalaman ini kata Basuki, dijadikan prioritas karena tingkat kemahalan barang yang sudah sangat memberatkan warga.

"Kalau di pinggir-pinggir kemahalannya masih biasa. Tapi kalau sudah ke pedalaman itu sudah nggak masuk akal karena barang-barang ke sana harus lewat pesawat. Kalau ada jalan kan angkut barang bisa lewat darat, lebih murah meskipun ke tengah, ke gunung-gunung," pungkas dia.

(dna/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads