Ridwan Kamil Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tersambung LRT

Ridwan Kamil Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tersambung LRT

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 04 Jan 2016 19:35 WIB
Ridwan Kamil Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tersambung LRT
Jakarta - Proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung akan segera dimulai pada 21 Januari 2015 dengan rute Halim Perdana Kusuma (Jakarta) menuju Gedebage (Bandung). Moda transportasi ini nantinya juga akan langsung tersambung kereta ringan (Light Rail Transit/LRT).

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, LRT sangat dibutuhkan untuk menghubungkan pengguna kereta cepat setelah sampai di Bandung. Sebab, bila harus menggunakan bus, maka membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Nanti saat berakhir di Gedebage, harus connect ke pusat kota, masa naik bus yang nggak jelas? Maka kita sekaligus ada LRT Bandung Raya, tahap I yang dibangun adalah dari kereta cepat ke pusat kota Bandung," ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (4/1/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria yang akrab disapa Emil ini mengaku sebelumnya telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar pembangunan LRT Bandung dijadikan satu paket dengan proyek kereta cepat. Rapat kabinet kemudian memutuskan bahwa dalam waktu dekat akan dikeluarkan Perpres.

"Perpres ini agar LRT juga diberikan penunjukan langsung kepada konsorsium yang sama dalam pembangunan kereta cepat, jadi teknologi sama, dan semua hampir sama," jelasnya.

Dengan demikian, lanjut Emil, pemerintah daerah akan lebih mudah mengantisipasi lonjakan turis yang dimungkinkan terjadi saat beroperasinya kereta cepat pada 2019 mendatang.

"Jadi kami bisa me-manage turis yang datang ke Bandung itu 6 juta yang rata-rata beda dengan turis yang datang ke Bali yang bisa naik pesawat. Karena rata-rata ke Bandung naik mobil. Semoga nanti bisa beralih menggunakan kereta dan di sini kita akan sediakan LRT dan juga BRT," tegas Emil.

Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Bintang Perbowo mengatakan, investor China sepakat untuk ikut serta menggarap LRT dalam satu paket investasi.

Dalam waktu dekat akan dilakukan studi kelayakan, agar pembangunannya juga ikut segera dimulai dan selesai bersamaan dengan proyek kereta cepat.

"LRT bahwa itu akan menjadi satu kesatuan, kita sudah bicara dengan partner, mereka bersdia investasi di sana juga. Supaya teknologi dan sebagainya nyambung dan tidak jauh waktunya saat selesai. Kan sekitar 7-14 km. Jadi dengan KA cepat dan LRT, kalau tidak lalu lintas di Bandung semakin berat," kata Bintang pada kesempatan yang sama.

(mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads