Hadapi Ancaman La Nina di 2016, Ini Antisipasi Mentan

Hadapi Ancaman La Nina di 2016, Ini Antisipasi Mentan

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 06 Jan 2016 11:41 WIB
Hadapi Ancaman La Nina di 2016, Ini Antisipasi Mentan
Jakarta - Di awal tahun 2016, Indonesia akan memasuki musim hujan dan menghadapi ancaman banjir. Lalu di Oktober nanti diperkirakan La Nina, yaitu turunnya suhu permukaan laut yang menyebabkan iklim basah. Tidak seperti El Nino, La Nina bakal membuat musim hujan lebih panjang.

Untuk menjaga produksi pangan di dalam negeri, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan berbagai antisipasi supaya kegagalan panen akibat banjir dapat diminimalkan.

"Cuaca tahun depan menurut BMKG normal, La Nina kemungkinan ada di Oktober, tapi kita antisipasi lebih awal, seperti kemarin mengantisipasi kekeringan," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman, saat ditemui di Kantor Kementan, Jakarta, Rabu (6/1/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€ŽAmran mengungkapkan, pihaknya berupaya menekan gagal panen akibat banjir dengan menormalisasi jaringan irigasi, menyiapkan pompa-pompa untuk membuang air, dan membangun sumur-sumur untuk menyerap air di daerah-daerah rawan banjir.

"Kita mengantisipasi banjir dengan normalisasi jaringan irigasi, kemudian ada pompa sudah disiapkan, kemudian kita juga sudah membangun sumur dalam, sumur dangkal untuk daerah yang rawan banjir," paparnya.

β€ŽBeberapa daerah pertanian yang rawan banjir, sambungnya, adalah Karawang, Jombang, dan Jawa Timur. "Daerah yang selalu banjir Karawang, Jombang, Jawa Timur, tapi kita sudah turun mengantisipasi. Sebagian kecil kita antisipasi dengan normalisasi irigasi primer dan sekunder," ucap Amran.

β€ŽAntisipasi banjir ini sudah dilakukan sejak sekarang. "Kan La Nina lebih basah, jadi antisipasinya normalisasi irigasi, menyiapkan pompa-pompa untuk petani. Sudah mulai dari sekarang," tukas dia.
β€Ž
β€ŽSelain mencegah banjir, Amran juga memerintahkan Perum Bulog agar bergerak cepat dalam pengadaan beras di tahun ini. Sebab, pengadaan beras akan sulit dilakukan ketika musim hujan, dan di tahun ini musim hujan akan lebih panjang.

"Mudah-mudahan tidak parah. Saya koordinasi dengan Bulog, dipercepat penyerapannya," tutupnya.

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads