"Saya lebih optimis di 2016 ini, setelah 2015 lalu saya memilih untuk tidak optimis. Saya melihat tahun ini perekonomian Amerika Serikat semakin pulih, Eropa juga semakin pulih. Saya semakin yakin 2016 akan lebih baik pula bagi Indonesia," kata pria yang akrab disapa Tom ini ditemui usai ramah tamah Tahun Baru 2016 di Kementerian Perdagangan, Rabu (6/1/2015).
Selain Eropa dan AS, Mendag juga melihat kondisi perekonomian China mulai membaik meski kondisi harga komoditas masih rendah. Menurut Mendag, perlu mencari peluang-peluang di tengah masih lesunya harga komoditas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun 2016, kata dia, menjadi momentum untuk berubah menjadi lebih gesit dengan terus bergerak memanfaatkan tren yang ada. Salah satu tren yang bisa digarap di tahun ini, ia mencontohkan yaitu e-commerce atau bisnis jual-beli online.
"Kita harus berubah. Tidak pasif, tapi menjadi giat, gesit, memanfaatkan tren yang ada. Kita memang harus semakin lihat ke depan. Contoh titik cerah dari tren saat ini yaitu e-commerce," ujarnya.
Di tengah masyarakat yang tidak asing lagi dengan smartphone, menurut Tom, bisa dimanfaatkan untuk mendorong kegiatan ekonomi. Selain itu, di tahun 2016, ia mengatakan, akan terus menjalin hubungan dagang dan menjalin peluang dagang dengan negara-negara lain.
"Masyarakat akrab dengan smartphone, kita bisa lakukan revolusi smartphone bahkan dengan main sosial media. Harus semakin progresif dan semakin modern. Semakin giat membuka peluang, menjalin hubungan dagang, menggarap peluang dagang dengan luar," ujarnya.
(ang/ang)











































