Jalan Trans Papua 4.325 Km Bisa Rampung di 2018

Jalan Trans Papua 4.325 Km Bisa Rampung di 2018

Wilpret Siagian - detikFinance
Rabu, 06 Jan 2016 16:57 WIB
Jalan Trans Papua 4.325 Km Bisa Rampung di 2018
Jayapura -

Balai Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Balai PUPR) wilayah X Papua dan Papua Barat optimistis tahun 2018 seluruh ruas jalan yang menghubungkan antar kabupaten di kedua provinsi ini akan tersambung.

"Kita optimistis jalan di Papua dan Papua Barat bisa tersambung semua di 2018 seperti arahan Pak Presiden (Presiden Joko Widodo). Di mana jalan trans Papua yang akan dibangun itu panjangnya 4.325 km yang belum tersambung 658 km lagi," kata Kepala Balai PUPR Wilayah X Papua dan Papua Barat, Osman Marbun MT, usai teleconference dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (6/1/2016).

Menurutnya, dalam kunjungan di akhir 2015, Presiden Jokowi sempat melakukan peninjauan jalan trans Papua melalui udara. Setelah itu, kepada Kementerian PUPR telah diberikan instruksi agar trans Papua harus tersambung di 2018.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu yang sekarang jadi tugas kami dan pesan Pak Presiden 2018 sudah harus tersambung," katanya.

Guna mempercepat pembangunan jalan trans Papua itu, pihak Balai PUPR wilayah X Papua dan Papua Barat menggandeng Zipur X Kodam XVII Cenderawasih untuk mengerjakan pembukaan jalan Trans Papua yang masih hutan.

Kasdam XVII/Cenderawasih, Bringjen TNI Herman Asaribab kepada detikFinance usai mengikuti teleconference dengan Presiden Joko Widodo dalam acara penandatanganan bersama kontrak pekerjaan di Kementerian PUPR di Jayapura mengemukakan, pihak TNI sejak tahun 2014 sudah dilibatkan dalam pembangunan infrastruktur Papua khususnya pembangunan jalan trans Papua.

"Kegiatan pembangunan jalan trans Papua yang melibatkan TNI yaitu ruas jalan Wamena – Habema – Kenyam hingga ke Mamugu. Ini dukungan dari TNI dan merupakan program Kepala Staf Angkatan Darat didukung Zeni AD dengan menurunkan Denzipur X Papua dan Denzipur Kostrad," kata Herman Asaribab.

Karena kondisi keamanan di pedalaman Papua juga masih rawan sehingga dalam pembangunan jalan trans Papua itu, pihak TNI juga menurunkan Yonif 751, Yonif 753 dan Yonif 754 untuk melakukan pengamanan.

Pihak TNI sendiri dilibatkan dalam pembangunan jalan trans Papua untuk pembukaan jalan yang masih hutan belantara, setelah itu kemudian diserahkan ke PUPR untuk peningkatan.

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads