Ini Penampakan Jalan Menuju Sentra Cabai di Garut

Ini Penampakan Jalan Menuju Sentra Cabai di Garut

Michael Agustinus - detikFinance
Sabtu, 09 Jan 2016 12:56 WIB
Ini Penampakan Jalan Menuju Sentra Cabai di Garut
Garut -

Cabai yang dikonsumsi masyarakat DKI Jakarta berasal dari banyak sentra, salah satunya dari Kabupaten Garut. Meski harga cabai di tingkat petani hanya berada di kisaran Rp 20.000/kg, masyarakat di Jakarta harus membeli cabe dengan harga sampai 2 kali lipatnya.

Salah satu penyebabnya adalah biaya distribusi yang tinggi. detikFinance yang berkesempatan mengunjungi sentra cabe di Desa Cimahi, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, menempuh perjalanan darat hingga 10 jam untuk sampai ke lokasi.

Berangkat dari Kantor Kementerian Pertanian (Kementan) di Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada pukul 06.00 WIB, detikFinance yang berangkat bersama rombongan Kementan baru sampai pada pukul 16.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah melewati Kabupaten Soreang sekitar pukul 11.00 WIB, perjalanan berlanjut masuk ke Kabupaten Garut. Perjalanan menuju sentra cabai harus melalui perbukitan yang berkelok-kelok, banyak tikungan tajam selama perjalanan.

Jalan di daerah perbukitan sudah diaspal, tetapi tidak mulus, banyak lubang dan gundukan. Lebar jalan sekitar 3,5 meter, tapi di beberapa titik‎ jalan menyempit hingga separuhnya sehingga hanya dapat dilalui oleh 1 mobil saja. Perbukitan di pinggir jalan juga rawan longsor, ada beberapa bekas longsoran yang tampak.

Setelah melalui perbukitan selama kurang lebih 3 jam sampai pukul 14.00 WIB, perjalanan berlanjut ke daerah pantai. Di daerah pantai, jalan yang dilalui lebih sempit dan lebih buruk lagi kondisinya.

Untuk masuk ke Desa Cimahi, mobil harus masuk ke jalan tanjakan yang tidak beraspal selebar 2 meter‎. Jalan sepanjang 5 km ke sentra cabai tak bisa dilalui kendaraan roda empat karena sempit, tanahnya licin, naik turun, dan berbatu-batu.

Hanya motor yang bisa melalui jalanan ini. Di tengah perjalanan ada jembatan kayu yang berlubang-lubang, pengendara motor maupun pejalan kaki yang melaluinya harus ekstra hati-hati.

Untuk mengumpulkan cabai dari petani, para pengumpul harus naik turun mengangkut cabai menggunakan motor. Lalu cabai diangkut selama kurang lebih 8 jam menggunakan truk sampai ke Jakarta.

Kementerian Pertanian (Kementan) menduga hal inilah yang membuat harga cabe dari Garut sampai Jakarta naik hingga 100%‎.

"Dari pengumpul sebenarnya langsung ke Pasar Induk (Kramat Jati), kemarin harga Rp 30 ribu/kg. Rantainya itu, sebenarnya angkut (cabai) biaya pakai motor, sortir, distribusi yang mahal," ‎kata Direktur Budidaya dan Pasca Panen Sayuran Kementan, Yanuardi, saat meninjau sentra cabe di Desa Cimahi, Garut, Jumat (8/1/2016).

(hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads