Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro di Caracas, Sabtu (3/1). Penangkapan tersebut berdampak terhadap pengiriman minyak dan ratusan penerbangan.
Dikutip dari Reuters, penangkapan Maduro membuat ekspor minyak mentah dari Venezuela turun. Pengiriman minyak Venezuela lumpuh karena tak kunjung mendapat izin berlayar sejak Sabtu (3/1).
Kondisi ini terjadi menyusul pengumuman Trump yang mengaku akan mengawasi transisi politik di Venezuela. Dalam pengumuman tersebut, Trump mengaku mengembargo minyak dari negara Amerika Selatan tersebut. Imbasnya, beberapa kapal minyak mentah dan bahan bakar tujuan AS dan Asia gagal berlayar dari pelabuhan minyak utama Venezuela.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini juga akan memangkas produksi minyak Venezuela lebih cepat. Pasalnya, kapasitas tangki penyimpanan minyak Venezuela nyaris penuh dalam beberapa pekan terakhir, berdasarkan sumber dan dokumen perusahaan BUMN Venezuela Petroleos de Venezuela (PDVSA).
Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Berdasarkan laporan CNBC tercatat 400 penerbangan tujuan dan keberangkatan dari Bandara Internasional Luis Muñoz Marín di Puerto Rico yang dibatalkan. Angka tersebut mencakup 60% penerbangan pada hari tersebut.
Kemudian kemarin, terdapat 15 penerbangan dari San Juan yang dibatalkan. Selain itu, terdapat 91 penerbangan lainnya tujuan dan keberangkatan dari Bandara Internasional Queen Beatrix Aruba, yang dibatalkan pada Sabtu.
AS mengumumkan pembatasan penerbangan untuk wilayah tersebut. Pembatasan ini juga turut dialami oleh American Airlines.
"Jika dianggap perlu, pembatasan wilayah udara ini akan dicabut," kata Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, dalam sebuah unggahan di sosial media X, Minggu (4/1/2026).
Tonton juga video "Respons Kemlu RI Seusai AS Tangkap Presiden Venezuela"
(ahi/kil)










































