Reaksi Pasar Usai Trump Tangkap Presiden Venezuela

Reaksi Pasar Usai Trump Tangkap Presiden Venezuela

Heri Purnomo - detikFinance
Minggu, 04 Jan 2026 16:30 WIB
Reaksi Pasar Usai Trump Tangkap Presiden Venezuela
Ilustrasi - Foto: REUTERS/Jonathan Ernst
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim telah menangkap Presiden Venezuela NicolΓ‘s Maduro bersama istrinya, Cilia Flores pada Sabtu (3/1) setelah berbulan-bulan menuduhnya terlibat perdagangan narkoba dan tidak sah dalam kekuasaan, menandai peningkatan dramatis dalam ketegangan geopolitik

"Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar negeri," kata Presiden Donald Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social dikutip dari Reuters, Minggu (4/1/2026).

Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mengelola Venezuela dengan sebuah kelompok dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio akan menangani detailnya dikemudian hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atas peristiwa tersebut, kelompok OPEC+ yang beranggotakan negara-negara pengekspor minyak, termasuk Venezuela dan Rusia, dijadwalkan menggelar pertemuan pada Minggu untuk membahas kebijakan produksi minyak.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, ekonom dan pelaku pasar menilai langkah AS ini berpotensi mempengaruhi pasar energi global. Mitra Pengelola Harris Financial Group, Jamie Cox, mengatakan reaksi pasar secara umum kemungkinan relatif tenang. Namun, saham perusahaan minyak dan pengeboran bisa menguat karena spekulasi mengenai pembangunan kembali industri minyak Venezuela.

"(Saham) perusahaan minyak besar dan perusahaan pengeboran kemungkinan akan mengalami kenaikan, karena spekulasi dapat meningkat tentang potensi manfaat dari pembangunan kembali industri minyak di Venezuela," katanya.

Kepala Strategi Komoditas Global Dan Riset Mena, RBc Capital Markets, New York Helima Croft mengatakan upaya yang dilakukan Trump merupakan upaya yang sangat besar, mengingat penurunan sektor minyak selama beberapa dekade, dan juga rekam jejak perubahan rezim dan pembangunan negara AS bukanlah salah satu yang sukses tanpa keraguan.

Kemudian, Kepala Strategi Ekonomi, Annex Wealth Management, Brookfield, Wisconsin, Brian Jacobsen mengatakan hal ini berpotensi membuka cadangan minyak Venezuela dalam jangka panjang.

"Ini soal kapan, bukan apakah akan terjadi. Saya yakin orang-orang akan memperdebatkan sudut pandang politik dan hukumnya, tetapi dari perspektif investasi, ini dapat membuka cadangan minyak dalam jumlah besar dari waktu ke waktu. Ini juga dapat berfungsi sebagai peringatan bagi kepemimpinan di Iran, dan mungkin bahkan di Rusia, tentang kemauan dan kemampuan presiden untuk melakukan perubahan," katanya.

Sementara itu, Pendiri Fordham Global Foresight, Tina Fordham, menilai optimisme terhadap Venezuela pasca-Maduro perlu disikapi hati-hati. Menurutnya, transisi pasca-otoritarianisme kerap berjalan tidak mulus dan berpotensi menimbulkan ketidakstabilan.

Namun, ia memperkirakan kabar ini bisa memicu sentimen positif pasar pada awal perdagangan pekan depan, khususnya di sektor energi.

"Saya merasa ada banyak optimisme tentang Venezuela pasca-Maduro, pasca-Chavez. Saya pikir kenyataan kemungkinan akan lebih kacau. (Untuk) pembukaan hari Senin, saya pikir, ini akan memicu semangat pasar serta kemungkinan (perubahan) di Iran," katanya.

"Kita telah secara berkala melihat protes-protes ini (di Iran), rezim tersebut sudah lama tidak populer. Kali ini, protes tersebut semakin gencar. Ini akan menjadi dua pasar, pasar penghasil energi dan konsumen, yang selama ini tertutup bagi investor internasional, yang berpotensi terbuka," tambahnya.

(kil/kil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads