Sembilan kapal eks asing dibawa kabur oleh 39 orang anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan China, di Pelabuhan Pomako, Timika, Papua. Kapal-kapal dengan bobot mati rata-rata 300 gross ton (GT) ini dibawa lari pada 30 Desember 2015.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, terus melacak keberadaan kapal-kapal yang sengaja dibawa kabur sebagai modus untuk menghindari pajak dari pemerintah.
Hari ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan berhasil mendapati keberadaan 9 kapal tersebut yang terlacak oleh Automatic Identification System (AIS) yang dimilik Satuan Tugas Anti Illegal Fishing atau Satgas 115 hari ini:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketujuh kapal tersebut adalah, Zhen Yuan Yu 805, Zhen Yuan Yu 808, Zhen Yuan Yu 809, Zhen Yuan Yu 817, Zhen Yuan Yu 818, Zhen Yuan Yu 819, dan Zhen Yuan Yu 821
Kemudian, ada satu kapal terakhir terdeteksi masih berada di tenggara Pulau Kar Kar, Papua Nugini (PNG) pada tanggal 8 Januari 2016. "Sedangkan kapal tidak terdeteksi, diduga bernama Zhen Yuan Yu 810/Kofiau 19," tutup Ota panggilan akrab Mas Achmad Santosa.
(dna/dnl)











































