Penjualan Tanker Tidak Mungkin Hanya Libatkan Dirkeu Pertamina

Penjualan Tanker Tidak Mungkin Hanya Libatkan Dirkeu Pertamina

- detikFinance
Senin, 07 Mar 2005 17:19 WIB
Jakarta - Akibat penjualan dua tanker (VLCC) Pertamina, Meneg BUMN menonaktifkan Direktur Keuangan Pertamina Alfred Rohimune. Namun, bila penjualan ini diindikasikan merugikan negara, tentu tidak hanya direktur keuangan Pertamina saja yang terlibat. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR Irmadi Lubis kepada wartawan seusai mengikuti rapat dengar pendapat antara Komisi VI dengan jajaran direksi Pertamina di gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Senin (7/3/2005). "Kalau memang ada tendensi kerugian negara, menurut saya tidak mungkin hanya melibatkan seorang direktur keuangan. Kalau ada, malah melibatkan yang lebih besar," kata dia.Saat itu, Irmadi Lubis ditanya mengenai penonaktifan Alfred Rohimune terkait kasus penjualan dua VLCC itu. Pasalnya, penonaktifan itu hanya upaya untuk mengorbankan Alfred. Selebihnya, pejabat-pejabat lain diselamatkan. Hal ini juga diduga terkait dengan konspirasi tingkat tinggi kelompok tertentu untuk menguasai Pertamina. Penonaktifan Alfred ini terkait dengan hasil pemeriksaan KPPU yang menyatakan, terdapat kerugian antara US$ 20 juta-US$ 56 juta untuk penjualan 2 unit VLCC karena harga yang diperoleh hanya sebesar US$ 184 juta untuk 2 unit tanker VLCC. Harga ini jauh di bawah harga pasar saat itu (Juli 2004) yang berkisar antara US$ 204-240 juta untuk 2 unit VLCC.Pada kesempatan itu, Irmadi juga menegaskan, komisaris dan direksi harus bertanggung jawab terhadap pembelian 2 VLCC itu sekaligus penjualannya. "Komisaris dan direksi Pertamina harus tanggung awab pada pilihannya, apakah pilihan-pilihan itu mendistorsi moral hazard atau tidak. Makanya, Komisi VI akan bertemu dengan direksi yang melakukan pengadaan kapal tanker maupun direksi yang melakukan penjualan kapal tanker," ujarnya. Irmadi melihat, belum tentu komisaris dan direksi salam dalam hal ini. "Makanya kita selidiki apakah pilihan untuk membeli dan menjual tanker itu benar atau tidak. Kita selidiki pertimbangan-pertimbangannya," jelasnya. Sementara itu, di tempat yang sama, Dirut Pertamina Widya Purnama tidak mau berkomentar mengenai hal ini. "Saya tidak mau mendahului hasil investigasi yang dilakukan komisaris utama pada hari ini," kata dia. (asy/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads