Minyak Tanah Langka di Pekanbaru, Warga Antre

Minyak Tanah Langka di Pekanbaru, Warga Antre

- detikFinance
Selasa, 08 Mar 2005 17:07 WIB
Pekanbaru - Stok minyak tanah di Pekanbaru mulai langka. Warga yang mengantongi kartu kendali pun antre untuk mendapatkan pasokan minyak tanah. Harga eceran melambung tinggi mencapai Rp 1.700/liter.Warga Pekanbaru dalam dua hari terakhir ini kewalahan untuk mendapatkan jatah minyak tanah dari pemerintah setempat. Misalnya saja hari ini, antrean panjang untuk mendapatkan jatah minyak tanah terjadi di Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Sail-Pekanbaru.Ratusan Kepala Keluaraga (KK) sejak pagi harus bersabar antre mendapatkan jatah minyak tanah. Bagi warga yang memiliki kartu kendali (kupon) akan mendapatkan harga minyak tanah Rp 925/liter. Sedangkan bagi yang tidak memiliki kartu kendali harga minyak tanah Rp 1.000/liter.Namun pembagian minyak tanah itu sendiri dirasakan masih jauh dari kebutuhan masyarakat. Sebab, masing-masing KK hanya bisa menerima bagian minyak tanah 20 liter. Pembagian jatah ini pun hanya berlaku 1 kali dalam sebulan.Padahal, menurut Sukmayanti (34), salah seorang ibu rumah tangga, minimal dia membutuhkan minyak tanah 50 liter per bulan. Dengan kondisi yang terbatas itu, warga Pekanbaru banyak yang mengeluh. "Pembagian minyak tanah lewat kupon sangat terbatas. Paling banyak kita hanya menerima 20 liter/bulannya. Padahal kebutuhan kita dua kali lipat. Mestinya pemerintah daerah bisa mengatasi kelangkaan minyak tanah ini," keluh Sukmayanti.Akibat keterbatasan pembagian minyak tanah itu, dengan sangat terpaksa warga harus membeli dari sejumlah kios pengecer minyak tanah. Harganya di kios pengecer tentu berbeda dengan yang dibagikan pemerintah daerah.Di kios pengecer, harga minyak tanah bervariasi antara Rp 1.500/liter sampai Rp 1.700/liter. Melambungnya harga minyak tanah di pengecer ini sangat memberatkan warga. "Karena minyak tanah terbatas, kita terpaksa membeli dieceran dengan harga yang tinggi," keluh Yanti. (asy/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads