Lalu, bagaimana respons Bulog terhadap pernyataan Mendag tersebut? Direktur Utama (Dirut) Bulog, Djarot Kusumayakti ,menanggapinya dengan santai.
"Jadi begini ya, memang banyak yang tidak senang kalau Bulog itu jadi besar. Kalau Bulog jadi besar, mereka terusik. Mereka nggak senang," tutur Djarot, usai acara penandatanganan nota kesepahaman Bulog dan 12 BUMN, di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Rabu (27/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, rasa nggak senang itu diungkapkan, disampaikan lewat pihak-pihak. Eh, tolong dong bilangin kalau Bulog sebenarnya nggak sanggup. Ini supaya Bulog nggak besar," kata Djarot.
Dia menambahkan, Bulog menyanggupi penugasan yang diberikan pemerintah untuk mengurus komoditas selain beras. Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan payung hukum bagi Bulog untuk mengurus 11 komoditas selain beras. Selain itu, pemerintah juga menunjuk Bulog sebagai importir tunggal jagung.
Namun, berbagai tugas tambahan untuk Bulog itu dikritik oleh Mendag. Menurutnya, Bulog lebih baik fokus dulu mengamankan beras sebelum mengurus komoditas lain. (hns/dnl)











































