Ada Revaluasi Aset Hingga Irit Belanja Pegawai, Defisit Anggaran 2015 Turun

Ada Revaluasi Aset Hingga Irit Belanja Pegawai, Defisit Anggaran 2015 Turun

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 27 Jan 2016 22:20 WIB
Ada Revaluasi Aset Hingga Irit Belanja Pegawai, Defisit Anggaran 2015 Turun
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan defisit anggaran sebesar Rp 292,1 triliun, atau 2,56% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini turun dari perkiraan semula sebesar Rp 318,5 triliun atau 2,8% terhadap PDB.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, penurunan defisit anggaran yang cukup besar tersebut terjadi dari upaya penghematan belanja pegawai, hingga produk dari paket kebijakan ekonomi yakni revaluasi aset.

"Karena masalah banyaknya transaksi atau pencatatan sifat sementara atau estimasi. Pertama, ada tambahan pajak revaluasi aset Rp 3 triliun yang belum tercatat di 31 Desember 2015. Tambahan PPh Badan Rp 2 triliun, dan hibah Rp 7 triliun, serta PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) lainnya," katanya ditemui di kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Rawamangun, Jakarta, Rabu (27/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara tambahan lainya berasal dari pengiritan belanja pegawai yang menyumbang Rp 6 triliun, realisasi subsidi non energi yang lebih rendah Rp 1,8 triliun, dan sisa belanja hibah Rp 1,3 triliun.

"Sisanya belanja lain yang tidak terealisasi Rp 4,1 triliun, termasuk kami ingin pindahkan cadangan stabilisasi harga Rp 1,5 triliun untuk Bulog. Saat ini Rp 1,5 triliun sedang diproses lagi untuk digunakan Bulog di APBN 2016," ujar Bambang. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads