Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, penurunan defisit anggaran yang cukup besar tersebut terjadi dari upaya penghematan belanja pegawai, hingga produk dari paket kebijakan ekonomi yakni revaluasi aset.
"Karena masalah banyaknya transaksi atau pencatatan sifat sementara atau estimasi. Pertama, ada tambahan pajak revaluasi aset Rp 3 triliun yang belum tercatat di 31 Desember 2015. Tambahan PPh Badan Rp 2 triliun, dan hibah Rp 7 triliun, serta PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) lainnya," katanya ditemui di kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Rawamangun, Jakarta, Rabu (27/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sisanya belanja lain yang tidak terealisasi Rp 4,1 triliun, termasuk kami ingin pindahkan cadangan stabilisasi harga Rp 1,5 triliun untuk Bulog. Saat ini Rp 1,5 triliun sedang diproses lagi untuk digunakan Bulog di APBN 2016," ujar Bambang. (hns/hns)











































