"Mereka sudah melakukan studi," kata Rini di Gedung DPD, Jakarta, Jumat (29/1/2016).
Lanjut Rini, proyek ini tidak mungkin dapat pinjaman bila dinilai tidak layak secara finansial. Seperti diketahui, proyek kereta cepat sepanjang 142 kilometer (km) ini memutuhkan dana US$ 5,5 miliar. Dari dana tersebut, sebanyak 25% disumbang dari pinjaman China Development Bank.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































