Halliburton & Saipem Jadi Kontraktor Proyek Tangguh
Rabu, 09 Mar 2005 10:12 WIB
Jakarta - Perusahaan konstruksi AS Halliburton dan perusahaan peralatan migas Italia Saipem memenangkan kontrak untuk pembangunan konstruksi proyek Tangguh. Seperti dilansir Reuters, untuk Halliburton berhasil memenangkan tender untuk menjadi kontraktor bidang teknis dan konstruksi dalam proyek LNG Tangguh di Papua senilai US$ 1,8 miliar. Sementara Saipem dalam pernyataannya Rabu (9/3/2005), menjelaskan telah memenangkan 3 kontrak minyak di Laut utara dan Indonesia senilai US$ 550 juta.Saipem yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh ENI mengatakan, khusus untuk proyek LMG Tangguh di Papua, mereka memperoleh bagian kontrak untuk teknis, pengadaan barang, manufaktir dan instlasi dari dua platform dan dua jaringan pipanya. Pemerintah Indonesia dan BP Plc pada pekan lalu telah menandatangani kesepakatan untuk melanjutkan proyek Tanggu di Papua. Sejumlah dokumen yang telah ditandatangani kedua pihak adalah principal of agreement (POA), amandemen KPS dan penyelesaian perpanjangan kontrak bagi hasil tiga wilayah kerja Tangguh yakni Wiriagar, Berau dan Muturi. Ketiga wilayah kerja itu menyimpan cadangan gas hingga 14,4 triliun kaki kubik (TCF).Pengembangan lapangan gas Tangguh ini diperkirakan memerlukan dana sekitar US$ 3 miliar yang akan diperoleh dari Bank of China sebesar US$ 1 miliar dan Japan Bank for International Corporation (JBIC) senilai US$ 2 miliar. Keberadaan proyek Tangguh ini dinilai cukup penting untuk mencukupi komitmen Indonesia mensuplai gas ke sejumlah negara diantaranya Jepang dan Korsel. Disamping juga untuk memenuhi tingginya permintaan gas dari dalam negeri sendiri. Rencananya, BP akan membangun dua kilang LNG berkapasitas 7,6 juta ton LNG per tahun.
(qom/)











































