Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, Wahyu Kuncoro mengungkapkan, alasan kontribusi bagi keamanan dan kestabilan bisnis perusahaan jadi alasan utama pejabat dari unsur tersebut, dipertimbangkan menduduki jabatan komisaris.
"Kita butuhkan untuk keamanan. Misal BUMN perkebunan kan banyak terkait dengan sengketa lahan atau konflik dengan masyarakat sekitar. Itu sekaligus bisa awasi dan kontribusi untuk selesaikan masalah sosial dan masalah keamanan, secara garis besar itu, manakala masih dipandang perlu masukan dari angkatan atau pun polisi," jelasnya ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (5/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian ada beberapa industri strategis ex-officio komisaris utama dijabat militer. Seperti PT Pindad, PT Dirgantara, dan PT PAL yang mewakili kepala staf masing-masing dari ketiga angkatan," pungkasnya. (hns/hns)










































