Laporan dari San Francisco

Izin Usaha RI Berbelit-belit, Jokowi: Hasta La Vista Baby

Ikhwanul Khabibi - detikFinance
Kamis, 18 Feb 2016 10:42 WIB
Foto: Ikhwanul Khabibi
San Francisco - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato kunci (keynote speech) di acara US-ASEAN Business Council (US-ABC), sebagai rangkaian dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Amerika Serikat (AS).

Jokowi sempat menjelaskan, kini berinvestasi di Indonesia sudah lebih mudah. Sudah hampir tidak ada lagi izin yang panjang dan birokrasi yang berbelit-belit.

"Memang masih ada beberapa perizinan panjang dan regulasi yang menghambat, untuk itu kami bisa bilang 'hasta la vista, baby'," kata Jokowi, mengutip pernyataan mantan Gubernur California sekaligus aktor Hollywood, Arnold Schwarzenegger, disambut oleh tepuk tangan dan tawa para tamu undangan, Rabu malam (17/2/2016).

Mantan Wali Kota Surakarta itu sudah menyampaikan, ekonomi Indonesia mampu tumbuh tinggi di tengah tantangan ekonomi dunia. Meski demikian, Jokowi merasa masih banyak yang harus Indonesia untuk berbenah.

Di antaranya adalah penyederhanaan serta pembenahan perizinan, peraturan yang tumpang tindih, termasuk deregulasi Daftar Negatif Investasi (DNI).

"Kami terus melakukan perbaikan, kami terus lakukan reformasi, yang kami lakukan di Indonesia adalah supply-side reforms," kata Jokowi.

Konsep deregulasi ini, kata Jokowi, pertama kali diperkenalkan oleh Ronald Reagan saat menjabat sebagai Gubernur Negara Bagian California, yang bersama-sama dengan Perdana Menteri Inggris waktu itu, Margareth Thatcher. Keduanya memberlakukan deregulasi ekonomi Inggris dan AS.

"Saat ini, kita harus memberlakukan kebijakan yang sama di emerging markets, yakni membebaskan bisnis dan industri dari undang-undang dan peraturan yang berlebihan," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Sejak awal tahun ini, lanjut Jokowi, perekonomian global mengalami perlambatan. Banyak negara berkembang mengalami penurunan. Banyak yang mengkhawatirkan ini akan berdampak pada ekonomi negara maju.

Reformasi struktural, investasi jangka panjang yang tidak berfokus pada langkah-langkah jangka pendek yang populis merupakan tindakan yang seharusnya diambil. Dan ini butuh waktu yang tidak sedikit.

"Saya yakin tidak ada jalan pintas," kata Jokowi. (ang/dnl)