"Februari kita perkirakan deflasi 0,14%," ungkap Gubernur BI Agus Martowardojo di kantornya, Jakarta, Jumat (19/2/2016).
Sampai dengan akhir tahun diperkirakan masih akan terkendali, yakni inflasi sebesar 4Âą1%. Di mana inflasi lebih cenderung bias ke bawah, artinya di bawah 4%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di 2016 dengan adanya harga minyak turun itu membuat inflasi terkendali. Kita bahkan tadinya melihat ada di middle ke atas 4Âą1%. Sekarang 4% ke bawah," paparnya.
Seperti diketahui, pada 2015 inflasi mampu dijaga pada level 3,35%. Lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 8%.
Dengan pengendalian inflasi, tentunya dapat berpengaruh terhadap kebijakan moneter. Pada sisi lain, pertumbuhan ekonomi diproyeksi bisa mencapai rentang 5,2%-5,6%.
Dengan komponen pendorong terbesar datang dari belanja pemerintah, konsumsi rumah tangga dan investasi swasta.
"Kita sekarang di 2016 melihat bahwa pertumbuhan ekonomi cenderung membaik. Bahkan walaupun dalam range yang sama, tetapi mengarah kepada titik tengah. Kalau dulu d bagian bawah 5,2%-5,6% Itu menunjukan ada kondisi yang membaik dan itu akan banyak peran dari kondisi fundamental ekonomi Indonesia," paparnya. (mkl/hns)











































