Banyak Kementerian dan BUMN Beli Barang Impor Karena Lebih Murah

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 23 Feb 2016 19:10 WIB
Foto: Maikel Jefriando-detikFinance
Jakarta - Masih banyaknya Kementerian/Lembaga (K/L) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggunakan produk impor dalam disebabkan beberapa alasan. Salah satunya  harga yang lebih murah.

"Ada preferensi sedikit banyak dari segi harga," ungkap Menko Perekonomian, Darmin Nasution, dalam jumpa pers usai rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Jakarta, Selasa (23/2/2016).

Kemudian adalah standarisasi dari produk yang digunakan. Darmin menyebutkan, pada beberapa komponen, memang secara standarisasi tidak sesuai dengan kebutuhan. Akan tetapi banyak juga yang menetapkan standarisasi hanya untuk mendapatkan harga lebih murah.

"Dalam praktiknya, itu kemudian dalam pengadaan menjadi sangat penting, waktu pengadaan dibuat itu speknya ditulis bagaimana. Nah kalau speknya ditulis yang tidak bisa dibuat di dalam negeri, sudah pasti tidak bisa menang yang buatan dalam negeri," papar Darmin.

Darmin menjelaskan, kebutuhan bahan baku dan penolong memang tinggi belakangan waktu. Salah satunya dikarenakan makin gencarnya pembangunan infrastruktur dari berbagai sektor.

"Kita mengundang berbagai investasi di bidang yang strategis, termasuk infrastruktur. Nah itu berarti ada banyak produk yang sebetulnya jumlahnya makin lama makin besar, dengan standar yang sama," jelasnya.

"Seperti 35.000 MW memerlukan 46.000 km transmisi. Transmisi itu kan tower, itu bukan kabel dan alatnya untuk menarik itu bukan barang yang sulit. Kalau dibuat standar untuk pemakaiannya, sedemikian rupa sehingga standar itu memang memenuhi standar kualitas yang diperlukan, tetapi bisa juga dihasilkan di dalam negeri maka kita percaya ini produknya akan lebih kompetitif di dalam negeri," terang Darmin. (mkl/wdl)