Surat Utangnya Banyak Dipegang Asing, Ini Langkah Pemerintah

Surat Utangnya Banyak Dipegang Asing, Ini Langkah Pemerintah

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 24 Feb 2016 11:31 WIB
Surat Utangnya Banyak Dipegang Asing, Ini Langkah Pemerintah
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kepemilikan investor asing terhadap surat utang atau Surat Berharga Negara (SBN) sudah mencapai Rp 592,42 triliun, atau 39,03%Β  terhadap total SBN yang diterbitkan dan dapat diperdagangkan, yakniΒ  Rp 1.517,70 triliun. Pemerintah secara perlahan mencoba untuk mengurangi.

Ada beberapa langkah yang sudah dilakukan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR). Tujuannya untuk memperbesar kesempatan warga negara Indonesia memiliki surat utang.

"Pengurangan porsi asing akan dilakukan salah satunya dengan cara memperbesar kepemilikan utang oleh individu (WNI) atau lembaga dalam negeri," kata Schneider Siahaan, Direktur Strategis dan Portfolio Utang DJPPR kepada detikFinance, Rabu (24/2/2016)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah tersebut yakni dengan menerbitkan instrumen investasi sektor keuangan jenis ritel. Seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel, dan Saving Bond Ritel (SBR). Penerbitkan dilakukan pada periode tertentu dan besaran volumenya disesuaikan dengan kondisi pasar.

"Kita juga mendukung peningkatan peran institusi domestik sebagai investor SBN seperti dimuat dalam peraturan OJK terkait investasi SBN bagi lembaga jasa keuangan non bank," terangnya.

Selain itu juga ada dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan peraturan OJK nomor 1/POJK.05/2016 untuk perusahaan asuransi dan dana pensiun diwajibkan diwajibkan menginvestasikan dananya dalam jumlah tertentu ke instrument SBN sampai dengan akhir tahun 2016.

"Per Januari 2016, porsi kepemilikan dana asuransi dan dana pensiun sekitar Rp 15 triliun, dengan aturan tersebut diperkirakan terdapat potensi tambahan kepemilikan SBN oleh asuransi dan dana pensiun," pungkasnya. (mkl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads