Laporan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU dan Perumahan Rakyat (PUPR), jalan tol sepanjang 22 km ini, konstruksinya mencapai 10,350%.
"Proses pembangunan dilakukan paralel dengan pembebasan lahan," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Taufik Widjoyono di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (1/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, tengah dilakukan pula pemasangan geotextile wooven, yakni sejenis serat sintetis berbentuk anyaman yang digunakan untuk mempertahankan struktur tanah.
Kementerian PUPR menginginkan proses pekerjaan konstruksi infrastruktur berjalan cepat. Makanya penggunaan teknologi-teknologi baru dalam pekerjaan konstruksi terus diterapkan.
Pelaksanaan konstruksi jalan di atas lahan basah dengan penguatan geotextile dapat menghindarkan terjadinya longsor lokal pada tanah lunak. Keuntungan pemasangan geotextile di atas tanah lunak adalah, kecepatan dalam pelaksanaan dan biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan metoda penimbunan konvensional.
Selain itu, dilakukan pula pekerjaan pengerasan struktur tanah dengan membuat hamparan pasir dan batu di area yang akan menjadi badan jalan.
Pembangunan jalan tol yang terdiri dari 3 seksi pekerjaan ini bakal menelan dana investasi Rp 3,3 triliun, dengan biaya konstruksi sekitar Rp 2,6 triliun.
"Diharapkan 2019 bisa rampung dan beroperasi bersama Trans Sumatera lainnya," pungkas dia. (dna/wdl)











































