Menko Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, Indonesia sebenarnya berada di posisi yang cukup tertekan, seiring dengan perlambatan ekonomi global. Negara-negara yang merupakan mitra dagang utama seperti China justru terlihat semakin memburuk.
"Karena mitra dagang utama kita, China justru sedang alami perlambatan yang agak khusus," ungkap Darmin, dalam seminar di acara Ikatan Sarjana Ekonomi Jakarta (ISEI) di Menara BTN, Jakarta, Rabu (2/3/2016)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah membalikkan arah yang tadinya terus melambat, kuartal III membaik dan kuartal IV juga," jelas Darmin.
Darmin menggambarkan, Amerika Serikat (AS) memang punya jurus jitu saat didera krisis finansial beberapa tahun lalu dengan menerapkan tingkat bunga yang mendekati 0%. Uni Eropa dan Jepang mencoba menerapkan hal yang sama, tapi dampaknya masih belum seperti yang diharapkan.
"Dia keluar dari krisis, malah pindah ke negara lain, ke negara-negara emerging. Maka bagaimana pun juga kami harus berupaya supaya jangan ketularan ke kami. Itu dasar ideologi pemerintah sekarang," pungkasnya. (mkl/wdl)










































