Jokowi mengharapkan ruas tol tersebut rampung pertengahan tahun depan.
"Ini sebuah progress sangat baik dan kita harapkan selesai pertengahan 2017," ujar Jokowi saat meninjau proyek tol Trans Sumatera ruas Medan-Kualanamu Tinggi, Rabu (2/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang selesai akhir 2016 Medan-Binjai, yang 2 ruas dikejar 2017. Kemudian, diteruskan yang Tebing Tinggi ke Parapat. Ini akan terus dan nggak berhenti. Bukan hanya jalan tol saja, tapi kereta api juga. Sekarang sistemnya baik karena dibagi per seksi agar kerja lebih cepat lagi," kata Jokowi.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Hediyanto W.Husaini, menambahkan Presiden Jokowi kagum dengan perkembang proyek 2 ruas tol ini.
"Presiden support terus ya juga surprise dengan kemajuan pembangunan tol, more than expected," kata Hediyanto.
Ia menambahkan, Jokowi senang dengan pekerjaan yang dilakukan karena adanya pembagian section (seksi) sehingga mempercepat pekerjaan yang dilakukan.
"Presiden suka ya karena ini kan pekerjaannya dibagi-bagi per seksi jadi pekerjaannya bisa lebih fokus dan cepat, penggunaan alatnya nggak tercampur aduk," lanjut Hediyanto.
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah menyelesaikan pembangunan ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan Medan-Binjai.
Ruas tol tersebut merupakan bagian dari 25 ruas jalan tol di Pulau Sumatera yang akan dibangun sepanjang 2.819 km.
Saat ini progres konstruksi ruas tol Medan-Kualanamu sudah 43% dan pembebasan tanah sudah 85%. Kemudian, ada juga progres pembangunan seksi 3 yaitu Parbarakan-Tebing Tinggi yang merupakan bagian dari pembangunan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi saat ini sudah mencapai 32%, sementara ruas tol Medan-Binjai pembangunan fisik sudah mencapai 8% dan pembebasan tanah 78%. (hns/hns)











































