Menurut Ekonom Faisal Basri, pertumbuhan ekonomi Indonesia harus terus dijaga tetap stabil, jangan sampai setelah naik tinggi kemudian turun lagi.
"Kita lihat pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam 5 tahun terakhir mengalami penurunan, ini tahunan. Tapi kalau kita lihat quarterly itu sudah mencapai titik rendahnya triwulan ke-2. Triwulan terkahir sudah naik agak-agak banyak. Dan semoga akan naik terus. Ini yang harus dijaga momentumnya. Jangan seperti Amerika sudah naik, terus turun lagi," jelas dia dalam Acara Market & Economic Outlook 2016 "Strategi Investasi di Tahun Monyet", di Graha Niaga, Jakarta, Rabu (2/3/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan kalau lebih diperhatikan, ini Kawasan Timur akan menjadi sumber pertumbuhan yang luar biasa untuk Indonesia," katanya.
Mengapa Sumatera dan Kalimantan anjlok?
"Karena harga komoditi turun terus dan belum menunjukkan titik terendahnya. Jadi, belum ada turning pointnya kita lihat. Minus semua untuk oil dan lain-lain. Dan tahun ini diperkirakan akan terus tertekan. Jadi no hope lah. Sumber pertumbuhan masih mengandalkan ekspor," katanya.
Ekonomi Indonesia ini, kata Faisal, ditopang oleh sektor jasa keuangan. Namun, jangan melulu mengandalkan sektor jasa, sektor lain juga perlu digenjot.
"Unfortunatelly sektor jasanya naik kencang sekali. Tapi sektor barangnya jangan membele. Sehingga dikhawatirkan seluruh rakyat Indonesia 100% hidup dari sektor jasa," tandasnya. (drk/hns)











































